Warga Bukit Duri soal Penggusuran: Pemprov DKI Jangan Terlalu Kejam

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Senin, 26 Jun 2017 12:23 WIB
Permukiman Bukit Duri (Foto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom)
Jakarta - Bangunan liar di Bukit Duri akan segera dibongkar usai lebaran. Bagaimana tanggapan dari warga setempat atas rencana tersebut?

Seorang warga yang ditemui detikcom di Jl Bukit Duri Jakarta Selatan, Senin (26/6/2017), yang tak mau disebut namanya, mengaku hanya bisa pasrah dengan penertiban itu. Dia tak menyalahkan siapa-siapa atas rencana Pemprov DKI itu.

"Kita nggak nyalahin pemprov, ini kan tanah irigasi, emang tanah negara. Yang salah kita emang, orang jalannya aja kita tempatin, salah emang," kata warga tersebut.

Warga Bukit Duri soal Penggusuran: Pemprov DKI Jangan Terlalu KejamFoto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
Dia menjelaskan, di Bukit Duri sendiri ada 4 wilayah RT yang akan kena kebijakan penggusuran usai lebaran. Hunian liar di RT 04, RT 03, RT 02, dan RT 01 akan dibongkar per 5 Juli 2017 mendatang.

"Saya di RT 03, tinggal di-beko (dibongkar pakai alat berat Beko) aja," sebutnya.

Warga Bukit Duri soal Penggusuran: Pemprov DKI Jangan Terlalu KejamFoto: Gibran Maulana Ibrahim/detikcom
Pria yang mengaku berprofesi sebagai driver ojek online ini telah membongkar sendiri rumahnya. Dia juga telah pindah dari daerah yang telah ditempatinya sejak tahun 1976 itu.

"Kayu-kayu rumah udah dijual, udah laku," ucapnya.

Bapak dari tiga orang anak ini telah mengikuti undian rusun. Dia menempati Rusun Rawa Bebek, tepatnya di lantai 4.

Meski demikian, dia punya harapan tersendiri dari kebijakan gusur ini. Ke depan, baik di pemerintahan Djarot dan gubernur yang baru nanti, ada aturan soal rusun yang benar-benar adil bagi penghuni bekas gusuran.

"Tapi ada kebijakan lah dari Pemprov DKI. Jangan kejam-kejam amat. Orang yang nggak kuat kasih aja (bayar rusun) gratis, siapapun dia, mau anak muda, yang tua, fisiknya nggak kuat kasih kebebasan," harapnya.


Sementara itu, Salam, yang rumahnya telah digusur juga punya pandangan terkait kebijakan gusur dan penempatan warga ke rusun-rusun. Sisi mata pencaharian masih dirasa sulit bagi warga Bukit Duri korban penggusuran.

"Kalau rusun kendaraan naik TransJakarta. Pulang nggak bayar, perginya nggak bayar. Bener itu bagus, tapi usahanya ini yang bingung," ucap Salam. (gbr/rna)