Tak hanya dengan berjualan makanan, minuman, atau bunga, ada pula yang menawarkan jasa pembacaan Yasin dan doa. Seperti apa ceritanya?
Pantauan detikcom di TPU Karet Bivak, Tanah Abang Jakarta Pusat, Senin (25/6/2017), beberapa orang menggunakan sorban, sarung, dan peci tampak mendekati setiap peziarah yang datang. Masyarakat yang datang di TPU Karet Bivak seakan sudah paham dengan jasa yang ditawarkan oleh para pembaca doa di makam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom |
"Seperti ini (menawarkan jasa membaca doa) hanya saat ramai peziarah saja, biasanya menjelang bulan puasa dan saat lebaran," kata salah seorang pemberi jasa yang enggan disebutkan namanya.
Mereka bahkan ada yang berasal dari luar Ibu Kota. "Saya dari Bogor, ada juga yang dari tempat lain. Ya kami biasanya membacakan (Al Quran) surat Yasin sama doa. Nanti di dalam doa kami sebutkan ni namanya penghuni rumah (kubur)," ujarnya.
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom |
"Ya namanya kita mencari rezeki, seikhlasnya warga mau memberi berapa. Ada yang ngasih Rp 20.000 ada juga Rp 50.000," tuturnya dengan enggan menyebut berapa jumlah yang didapatnya dalam sehari.
Pemandangan tersebut terjadi di saat TPU Karet Bivak ramai peziarah saja. Ramainya TPU terjadi menjelang dan di hari besar Islam seperti menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Musim tersebut juga dibarengi dengan ramainya penjual bunga dan air untuk menyiram makam, pemberi jasa pembersih kubur, hingga pedagang makanan.
"Ini jualan seperti ini musiman, kalau tahun ini kayakanya sampai 3 hari saja. Paling ramai kemarin, kotornya dalam sehari bisa dapat Rp 1 juta hingga Rp 1 juta setengah. Lebih ramai kemarin pas mau puasa, kalau mau puasa jualan makanan juga (nasi bungkus) dan banyak yang beli biasanya," ujar Badrun pedagang minuman di salah satu sudut kompleks makam.
"Kalau kami pembersih makam ada yang memang tiap hari, dibayar bulanan untuk menjaga makam, ada juga musiman seperti ini. Kalau hari gini pasti ramai," ujar salah seorang pembersih makam. (nvl/rna)












































Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom