Cerita Mahasiswa Indonesia Mudik 24 Jam dari Beijing ke Makassar

Cerita Mahasiswa Indonesia Mudik 24 Jam dari Beijing ke Makassar

Rina Atriana - detikNews
Senin, 26 Jun 2017 11:45 WIB
Cerita Mahasiswa Indonesia Mudik 24 Jam dari Beijing ke Makassar
Ilustrasi mudik di bandara (Dok. detikcom)
Makassar - Mahasiswa S2 di Beijing Institute of Technology, Alvin Bastian, mudik ke Makassar dari Beijing di lebaran kali ini. Ia menempuh total perjalanan 24 jam menuju kampung halamannya.

"Untuk menuju ke bandara, kita memiliki 3 pilihan mode transportasi di Beijing. Bisa menggunakan taksi, menggunakan subway, atau menggunakan bus. Saya memilih menggunakan bus dengan pertimbangan biaya yang murah dan cukup nyaman," kata Alvin mengawali ceritanya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (26/6/2017).

Alvin mudik pada Jumat, 23 Juni 2017. Di bandara, Alvin bertemu dengan dua staf KBRI yang juga akan mudik ke Jakarta. Pada dasarnya, penerbangan langsung Beijing-Jakarta memakan waktu 7 jam, namun maskapai yang digunakan Alvin mengharuskannya transit dulu di Kuala Lumpur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penerbangan kami pun harus singgah di negara tetangga tersebut untuk transit pesawat selama kurang lebih sejam. Pesawat kami terbang pada pukul 01.30 dan tiba pukul 11.00 WIB di Jakarta. Hari itu saya memutuskan untuk tetap berpuasa sehingga harus sahur di pesawat," jelasnya.

Menurut Alvin, pulang merupakan saat yang tepat untuk bernostalgia dengan kampung halaman. Ia pun rela menempuh jarak ribuan kilometer untuk bisa bertemu dengan keluarganya.

"Mudik bagi kami juga saat yang tepat untuk kembali men-charge semangat untuk tetap fight di negara lain. Jikalau mudik membuat orang tuamu senang maka sedapat mungkinlah untuk pulang ke rumah," tuturnya.

Tiba siang di Jakarta, Alvin masih harus menunggu pesawat malam untuk sampai di Makassar. Pesawat take off sekitar pukul 18.45 WIB.

"Penerbangan dari Jakarta ke Makassar membutuhkan waktu 3 jam dan tiba tepat pukul 22.00 waktu Makassar," ujar Alvin.

Sabtu malam, Makassar sudah ramai dengan kumandang takbir menandakan besoknya lebaran. Senyuman hangat orang tua pun menyambut.

"Rasa lelah telah terbayar dengan suasana hangat untuk kembali bertemu di daerah asal Makassar. Itulah perjalanan selama 24 jam dari keluar asrama sampai tiba di daerah asal penulis yang bisa saya bagikan," urai Alvin. (rna/ams)


Berita Terkait