"Untuk menuju ke bandara, kita memiliki 3 pilihan mode transportasi di Beijing. Bisa menggunakan taksi, menggunakan subway, atau menggunakan bus. Saya memilih menggunakan bus dengan pertimbangan biaya yang murah dan cukup nyaman," kata Alvin mengawali ceritanya, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (26/6/2017).
Alvin mudik pada Jumat, 23 Juni 2017. Di bandara, Alvin bertemu dengan dua staf KBRI yang juga akan mudik ke Jakarta. Pada dasarnya, penerbangan langsung Beijing-Jakarta memakan waktu 7 jam, namun maskapai yang digunakan Alvin mengharuskannya transit dulu di Kuala Lumpur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Alvin, pulang merupakan saat yang tepat untuk bernostalgia dengan kampung halaman. Ia pun rela menempuh jarak ribuan kilometer untuk bisa bertemu dengan keluarganya.
"Mudik bagi kami juga saat yang tepat untuk kembali men-charge semangat untuk tetap fight di negara lain. Jikalau mudik membuat orang tuamu senang maka sedapat mungkinlah untuk pulang ke rumah," tuturnya.
Tiba siang di Jakarta, Alvin masih harus menunggu pesawat malam untuk sampai di Makassar. Pesawat take off sekitar pukul 18.45 WIB.
"Penerbangan dari Jakarta ke Makassar membutuhkan waktu 3 jam dan tiba tepat pukul 22.00 waktu Makassar," ujar Alvin.
Sabtu malam, Makassar sudah ramai dengan kumandang takbir menandakan besoknya lebaran. Senyuman hangat orang tua pun menyambut.
"Rasa lelah telah terbayar dengan suasana hangat untuk kembali bertemu di daerah asal Makassar. Itulah perjalanan selama 24 jam dari keluar asrama sampai tiba di daerah asal penulis yang bisa saya bagikan," urai Alvin. (rna/ams)











































