Ini Alasan Kenapa Lepas Balon Udara Bisa Membahayakan Penerbangan

Niken Purnamasari - detikNews
Senin, 26 Jun 2017 11:13 WIB
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta - Tradisi melepas balon udara di sekitar wilayah Jawa Tengah ternyata membahayakan dunia penerbangan. General Manager AirNav Indonesia, Nono Sunariyadi menjelaskan sejumlah alasan yang membuat pelepasan balon tersebut membahayakan.

"Ukuran balon sangat besar yakni dengan diameter 5 hingga 10 meter lebih. Selain itu balon udara yang mampu terbang sampai ketinggian dengan 30 ribu kaki atau lebih tidak bisa dikendalikan tanpa awak dan tidak terdeteksi oleh radar. Kemungkinan dapat melintas ke jalur penerbangan," ujar Nono dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (26/6/2017).

Selain itu, Nono mencatat di frekuensi penerbangan di hari Idul Fitri meningkat dari hari biasanya. Adanya pelepasan balon dikhawatirkan dapat menyebabkan pesawat udara mengalami kerusakan hingga terjatuh.

"Tercatat jumlah penerbangan yang melalui jalur penerbangan di atas Wonosobo mencapai kurang lebih 300 pergerakan setiap harinya. Balon udara dengan material yang besar, bilamana tertabrak pesawat udara akan menyebabkan pesawat mengalami kerusakan kehilangan kendali dan bahkan dapat menyebabkan pesawat jatuh," katanya.

Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan atau kejadian yang membahayakan, AirNav Indonesia mengimbau agar masyarakat tidak melepas balon udara tanpa awak.

"Dimohon bantuan dan kerjasamanya untuk tidak melaksanakan pelepasan balon udara tanpa awak karena membahayakan keselamatan penerbangan. Besar harapan kami agar imbauan tersebut dapat mengurangi atau menghilangkan risiko keparahan yang dapat ditimbulkan akibat pelepasan balon udara tanpa awak," jelas Nono. (nkn/idh)