Kompas Somasi Basuki Suhardiman

Kasus Email Satria Kepencet

Kompas Somasi Basuki Suhardiman

- detikNews
Selasa, 03 Mei 2005 08:14 WIB
Jakarta - Kompas, Perhimpunan Karyawan Kompas (PKK) dan wartawan Kompas Sidik Pramono Selasa (3/5/2005) hari ini melayangkan somasi kepada Sekretaris Tim IT KPU, Basuki Suhardiman terkait kasus Email Satria Kepencet.Basuki dituntut untuk meminta maaf baik kepada Sidik maupun kepada pihak Kompas. Selain itu Basuki juga akan dilaporkan kepada pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik.Berdasarkan informasi yang diperoleh detikcom, rencananya pukul 15.00 WIB sore nanti, Kompas, PKK dan Sidik akan menggelar konferensi pers di Cafe Venezia, TIM, Jl. Cikini Raya, Jakarta Pusat, terkait kasus ini.Seperti diketahui, Satria Kepencet beraksi di mailing list (milis) Institut Teknologi Bandung (ITB). Tema tulisannya berkaitan dengan gonjang-ganjing KPU.Adalah Basuki Suhardiman yang meneruskan (forward) tulisan itu ke milis ITB. Basuki dikenal sebagai anggota Tim Teknologi KPU. Harian Kompas pun terkena sengat.Siapa jati diri Satria Kepencet? Tidak jelas. Redaktur Kompas bidang Politik dan Hukum Budiman Tanuredjo, sudah mengontak Basuki Suhardiman menanyakan siapa jati diri Satria Kepencet.Sayangnya, Basuki mengaku tidak tahu dan menyatakan bahwa ia bukanlah Satria Kepencet. Tapi tulisan Satria Kepencet yang dipostingnya di milis ITB pada Sabtu (23/4/2004), sangat serius menyengat Kompas.Tulisan Satria Kepencet itu berjudul Kompas: Obyektivitas Pers yang Hilang (http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg47301.html). Di milis ITB itu, Satria Kepencet menuding wartawan Kompas berinisial dik telah menerima gaji bulanan dari pejabat KPU.Bagi Kompas, penerima uang dari sumber berita adalah haram hukumnya. Pemecatan adalah sanksi yang tidak bisa ditawar lagi. Namun, kata Budiman, jika tuduhan itu tak bisa dibuktikan, tentunya hal itu sudah merupakan pencemaran nama baik dan juga pembunuhan karakter.Selain dituding dik memakan gaji bulanan dari pejabat KPU, Harian Kompas juga dituding Satria Kepencet tidak objektif dalam berbagai tulisannya tentang KPU. Di bagian akhir tulisannya, tudingan Satria Kepencet bahkan melebar jauh hingga ke Gramedia.Aksi Satria Kepencet di Milis ITB sebenarnya sudah beberapa kali. Satria Kepencet bisa beraksi di Milis ITB -- sekali lagi -- berkat tangan Basuki Suhardiman. Dialah yang dua atau tiga kali memforward tulisan Satria Kepencet.Tulisan pertama Satria Kepencet muncul pada Kamis (14/4/2005). Judulnya : Sebuah Drama Picisan http://www.mail-archive.com/itb@itb.ac.id/msg46819). Tulisan ini menguak data dan fakta tentang gonjang ganjing yang menerpa KPU seiring dengan penangkapan Mulyana W Kusumah oleh KPK.Siapa sebenarnya Satrio Kepencet? Tidak jelas. Kuncinya ada di tangan Basuki Suhardiman, yang sejauh ini sebagai pihak yang menerima email dari Satria Kepencet, sebelum kemudian email itu diforward ke Milis ITB.Saat dikonfirmasi detikcom, Basuki juga mengaku tak tahu siapakah Satria Kepencet itu. Basuki mengaku hanya menerima e-mail yang ditulis Satria Kepencet saja yang kemudian diteruskannya ke milis ITB.Namun, dari membaca tulisannya, bisa ditebak, Satria Kepencet adalah orang yang tidak jauh dari lingkar dalam di KPU. Malah kalangan wartawan yang ngepos di KPU menduga, Satria Kepencet tak lain orang lingkar dalam KPU sendiri.Itu tercermin dari banyak detil-detil data yang diungkapkan dalam tulisannya. Detil-detil yang tidak mungkin diketahui oleh orang yang berada di lingkar luar KPU.Dalam dua atau tiga tulisan Satria Kepencet yang diforward Basuki Suhardiman ke Milis ITB, memiliki ciri yang khas. Menyerang banyak orang dan pihak, sekaligus membela anggota KPU, Chusnul Mar'iyah (CM). Chusnul adalah atasan Basuki Suhardiman di Tim TI KPU.Jadi, apakah Satria Kepencet dan basuki Suhadirman itu orang yang sama? Patut ditunggu kelanjutannya. (fab/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads