"Sebagai perantau, Ramadan di Italia terasa dua kali lebih berat dibandingkan di tanah air. Sudah jauh dari keluarga, masa berpuasa lebih lama di tengah cuaca yang sangat panas. Namun, semuanya itu terasa hilang tak terasa ketika Idul Fitri tiba. Rasanya benar-benar memperoleh hari kemenangan", komentar Lituhayu, WNI yang kini tinggal Toscana, dikutip dari siaran pers KBRI di Roma, Minggu (25/6).
Foto: Dok. KBRI Roma |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wisma Indonesia di Roma setiap tahun mengadakan kegiatan open house, lengkap dengan sajian khas Indonesia, agar warga Indonesia dapat tetap merasakan nuansa 'pulang kampung," kata Dubes RI di Roma, Esty Andayani.
Foto: Dok. KBRI Roma |
Selama bulan Ramadhan, warga Indonesia di Roma juga melaksanakan berbagai kegiatan yang dapat menambah makna ibadah di KBRI Roma seperti pengajian, buka puasa bersama, ceramah dan diskusi keagamaan serta ngabuburit yang diisi dengan promosi seni budaya Indonesia. Seluruh kegiatan keagamaan tersebut dipandu oleh Ustaz Khumaini Rosadi dari Indonesia.
"Nuansa Ramadhan dan Idul Fitri di KBRI Roma rasanya tak jauh beda dengan di Indonesia. Saya bersyukur menjadi orang Indonesia, yang mana budayanya senang bersilaturahim dan ingin bersosialisasi. Hal ini merupakan keistimewaan bangsa kita yang jarang ditemukan di orang lain", ujar Anas Arifin, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Roma.
(aud/dkp)












































Foto: Dok. KBRI Roma
Foto: Dok. KBRI Roma