Risma dan Warga Salat Id di Taman Surya Kota Surabaya

Risma dan Warga Salat Id di Taman Surya Kota Surabaya

Rois Jajeli - detikNews
Minggu, 25 Jun 2017 07:36 WIB
Risma dan Warga Salat Id di Taman Surya Kota Surabaya
Foto: Rois Jajeli/detikcom
Surabaya - Warga Surabaya mulai memadati Taman Surya, Balai Kota Surabaya, untuk menunaikan Salat Idul Fitri 1438 H. Pantauan detikcom, ketika hampir pukul 06.00 WIB, umat dari berbagai wilayah di Surabaya, mulai berdatangan di halaman Balai Kota, Minggu (25/6/2017).

Di tengah-tengah jamaah, tampak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berada di saf depan jamaah perempuan. Risma berdampingan dengan istri Wakil Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana.

Sedangkan Wisnu Sakti Buana, berada di bagian depan shaf laki-laki. Wisnu berdampingan dengan suami Risma. Saf jamaah laki-laki dan perempuan dibatasi air mancur Taman Surya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salat Id nampak tertib dan teratur karena setiap umat mengisi saf yang kosong mulai dari depan hingga belakang. Mereka membawa alas seperti dari koran, kemudian di atasnya dihamparkan sajadah.

Imam salat yakni Ustadz Azis Muslim. Kemudian dilanjutkan khotbah salat yakni Prof DR Abdul A'la, yang merupakan Rektor Universitas Negeri Islam Sunan Ampel Surabaya.

Pesan Khatib Salat Id di Balai Kota Surabaya, Ingatkan 'Wabah' Ujaran Kebencian

Khatib Salat Idul Fitri Tahun 2017 di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, mengingatkan umat Islam untuk tetap menjaga solidaritas sosial, tidak saling menghujat dan tetap menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Peradaban publik dewasa ini di dunia global dan Indonesia mengalami pemudaran yang pesat dan bisa dikatakan agak parah. Ujaran kebencian, fitnah dan semacamnya demikian mudah ditemui. Demikian pula, tindak kekerasan terhadap orang lain, sudah terjadi berulang-kali," ujar Khatib Salat Id di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Prof DR Abdul A'la, Minggu (25/6/2017).

Prof A'la yang juga Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) mengatakan, dengan fenomena ini, prilaku saling menyantuni, saling menghormati dan saling melindungi mulai diabaikan.

"Dan mulai menampakkan diri menjadi suatu yang agak langka pada sebagian kelompok," tuturnya.

Perbedaan jenis kelamin, keragaman suku etnis dan semacamnya kata Prof A'la, dalam ajaran Islam menjadi modal untuk mengembangkan solidaritas dan soliditas sosial serta penguatan kerjasama, justru menjadikan justifikasi oleh orang dan kelompok tertentu untuk memfitnah, menghina dan menyerang kelompok di luar kelompok mereka.

"Egoisme yang mengedepankan kepentingan diri, yang dianggap diri paling benar, mulai mewabah," ujarnya.

Di momen bulan ramadan dan sudah dilalui dengan salat Id ini, diharapkan umat Islam dapat membersihkan diri untuk mengembangkan solidaritas, soliditas dan empati terhadap sesama.

"Dari kebersihan diri, kebersihan jiwa hingga kebersihan lingkungan, diharapkan mampu menjaga kesehatan dan dengan kondisi itu, kita harus mampu melestarikan NKRI," jelasnya.

Salat Idul Fitri 2017 di Taman Surya, Balai Kota Surabaya ini diikuti ribuan umat Islam dari berbagai penjuru kota Surabaya. Di tengah ribuan jamaah salat Id, juga nampak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yang shanya berdampingan dengan istri Wakil Wali Kota Surabaya.

Sedangkan Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana, berada di shaf terdepan dan berdampingan dengan suami Wali Kota Tri Rismaharini.

(roi/aud)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini