Hikmah Sedekah untuk Umi Nikmah

Hikmah Sedekah untuk Umi Nikmah

Yuqi Safitri - detikNews
Minggu, 25 Jun 2017 07:05 WIB
Hikmah Sedekah untuk Umi Nikmah
Foto: (A Kuncoro - M Agung)
Jakarta - Umi Nikmah (73) tak pernah membayangkan, dirinya akan terpilih untuk diberangkatkan ke tanah suci bersama Tim Kain Ihram Trans7. Sehari-harinya, Nikmah Ali Alaydrus adalah seorang nenek dan ibu rumah tangga biasa.

Di kawasan Condet Jakarta Timur ia tinggal seorang diri. Suaminya meninggal enam tahun lalu, dan kelima orang anaknya sudah hidup mandiri.

Meski sendiri, Umi tak sepenuhnya berpangku tangan pada orang lain. Umi ahli melulur, banyak calon pengantin datang padanya untuk minta dilulur. Ramuannya ia buat sendiri dari bahan bahan tradisional. Keistimewaan lainnya adalah, Umi selalu menyisipkan doa tatkala ia melulur. Berkat doanya ini, diharapkan kecantikan sang calon pengantin akan semakin memancar di hari istimewanya.

Hari itu, seperti biasa ada pelanggannya datang. Desty namanya. Desty mengambil paket lulur tiga bulan sebelum menikah. Seminggu dua kali ia datang ke tempat Umi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya saya senang sekali ke sini, soalnya kalau dilulur sama Umi nggak Cuma dilulur saja, tapi juga dinasihati tentang kehidupan pernikahan," ujarnya sambil tersenyum.

Umi tak mematok bayaran, pelanggan yang datang membayar seikhlasnya. Semua pekerjaan ini dilakukannya dengan senang hati. Umi juga dikenal sebagai pribadi yang supel. Di lingkungan tempat tinggalnya, tidak ada yang tidak kenal dengan Umi. Hangat, bersahabat dan humoris. Bahkan jika ada acara Umi seringkali 'ditanggap' supaya acara menjadi hidup. Ada saja kesibukan yang Umi lakukan bersama tetangganya.

Salah satunya membantu Mak Toyo tetangganya untuk mengupas kacang tanah. Mak Toyo tetangganya ini adalah sahabat Umi. Ia berjualan kacang tanah di warung miliknya. Di waktu senggang, Umi selalu membantunya mengupas kacang, menyangrai sampai jadi kacang tanah yang siap dijual. Atas kebaikan Umi Nikmah, tak jarang Mak Toyo memberikan sedikit upah untuk Umi.

Hikmah Sedekah untuk Umi NikmahFoto: (A Kuncoro - M Agung)


Umi memang tak punya penghasilan tetap. Tapi ia tak pernah meminta atau sepenuhnya bergantung dengan anak-anak maupun tetangganya. Umi selalu percaya, rezeki itu sudah diatur oleh Allah.

"Umi nggak pernah khawatir hari ini, besok atau lusa mau makan apa..percaya nggak percaya, selalu adaaaaaaa aja yang datang buat ngasih Umi. Kalo ada yang ngasih ya Umi terima. Tapi inget! Gak boleh minta yeee .." kata Umi dengan logat Betawinya yang khas.

Ya, prinsip untuk tidak meminta-minta itu selalu Umi pegang. Umi juga tak lepas dari zikir dan mengaji. Keyakinannya bergantung pada Allah menjadikannya hidupnya penuh berkah.

Suatu hari, Umi dipanggil oleh tetangganya Bu Jum. Sekarung beras diberikan padanya. Karena ia tinggal seorang diri, Umi lalu teringat pada tetangganya, Bude. Beras itu ia bagi dua untuk diberikan kepada Bude. Tak lama, datanglah Mpok Ipeh tetangganya yang lain memberikan sepiring kue. Kebaikan akan berbuah kebaikan pula.

"Percaya nggak? Kalo sedekah yang kite keluarin tuuuh dibalesnya langsung sama Allah. Jangan takut deh kalo mau ngasih orang, jangan ragu-ragu. Nih Umi sering banget ngebuktiinye," tukasnya.

Sebagai orang yang supel, Umi juga seringkali menghibur tetangganya. Mpok Zainab sudah lama menderita katarak, tak ada yang bisa dilakukan oleh Mpok Zainab selain berdiam diri di rumah. Untuk menghibur hatinya, bersama ibu--ibu lainnya Umi menghibur Mpok Zainab. Sedekah bukan hanya berupa materi, bahkan senyuman yang kita berikan juga merupakan sedekah buat sesama.

Aktif di lingkungan sosialnya, Umi juga ikut pengajian. Dan saat mengaji bersama itulah, Umi mendapatkan berita bahwa ia terpilih ikut umrah bersama Kain Ihram Trans 7. Ternyata salah satu ibu pengajian di tempatnya adalah donatur yang pernah terkesan atas kebaikan Umi berderma.

Yah rezeki memang tak pernah diduga datangnya. Terus menebar kebaikan, niscaya kebaikan pula balasan yang akan datang kepada kita. Insya Allah.

Selain pengajian bersama tetangga, tiap malam Jumat, beberapa anak dan cucunya datang ke rumah Umi untuk ratiban atau mengaji Yasin. Mendoakan almarhum suami dan ayah atau kakek dari anak cucunya. Kesempatan inipun digunakan Umi untuk berpamitan kepada anak cucunya untuk berangkat ke tanah suci.

Labbaik Allahumma Labbaik, Aku datang memenuhi panggilanMu Ya Allah.. Di usianya yang sudah tak muda lagi, Umi mengikuti rukun umrah dengan enerjik. Tawaf dan Sai dilaluinya tanpa hambatan berarti. Di depan Kakbah, Umi memohon ampun atas segala dosa dan memohon keberkahan rezeki untuk anak cucunya. Sungguh satu-satunya keinginannya adalah melihat anak cucu hidup rukun dan berkah rezekinya.

Hikmah Sedekah untuk Umi NikmahFoto: (A Kuncoro - M Agung)
Foto: (A Kuncoro - M Agung)


Di pelataran Masjidil Haram, Umi kemudian melihat anak muda yang sedang video call dengan keluarganya di Indonesia. Umi lalu teringat dengan anak anaknya. Untungnya anak muda itu berbaik hati meminjamkan teleponnya, Umi berkesempatan untuk mengobati rindunya dengan video call-an. Alhamdulillah.

Masih di pelataran Masjidil Haram, Umi berkesempatan untuk membagikan roti kepada para jemaah yang berasal dari Pakistan atau Bangladesh. Ya jemaah dari negara tersebut tidak seberuntung dari Indonesia yang tinggal di hotel dan menikmati segala fasilitas yang bagus. Beberapa di antaranya ada yang memang sengaja musafir dari negaranya tanpa bekal yang cukup.

Umi memberikan roti dengan pertimbangan kalau roti mirip dengan shawarma atau kebab. Makanan pokok yang biasa dimakan oleh mereka. Umi lalu teringat kebaikan hati tetangganya yang juga suka memberinya kue-ku. Ya, kebaikan harus terus diteruskan bukan?

Setelah dari Makkah, Umi kemudian Madinah. Kota suci ini begitu tenang, Umi berkesempatan untuk mengunjungi pasar Pakistan. Di mana hampir semua pedagangnya berasal dari Pakistan dan Bangladesh. Barang-barang yang dijual di sini kebanyakan adalah oleh-oleh, dan harganya sangat murah bahkan bisa ditawar.

Umi masuk ke pasar kacang, ia teringat Mak Toyo tetangganya yang menjual kacang. Di sini Umi dibebaskan untuk mengambil kacangnya sendiri. Bahkan penjualnya memberinya diskon. Alhamdulillah.

Di sisi sebelah timur Nabawi terdapat bundaran mirip alun-alun. Banyak sekali burung dara dan para pengunjung sengaja membeli biji-bijian lalu memberi makan burung dara ini. Burung dara yang jumlahnya ribuan ini pun masing masing memperoleh rezekinya sendiri.

Umi pun teringat, di tanah air, setiap pagi ia juga rutin menebar beras ke atas genting dan pelataran rumahnya. Biasanya burung-burung gereja langsung berdatangan untuk ikut makan. Dalam lamunannya Umi semakin yakin, kalau Allah sudah menjamin rezeki tiap-tiap makhluknya. Maka apa yang perlu dikhawatirkan lagi ?

Sedekah tidak akan membuatmu menjadi miskin. Justru sedekah memberimu banyak keberkahan. Seperti Firmah Allah Dalam Surat Hud ayat 6 .. "dan tidak satupun makhluk bergerak di bumi melainkan dijamin Allah rezekinya "

Hidup ini misteri, tidak ada satupun makhluk Allah yang akan tahu ke depannya bagaimana. Kun fa yaa kuuun. Jika Allah berkehendak, maka tak ada satupun makhluk di muka bumi ini yang dapat menghalangi kehendaknya. Masya Allah.

Saksikan kisah Umi Nikmah Ali Alaydrus yang rajin bersedekah dan pantang meminta dan mendapat berkah umrah dalam program "Kain Ihram" di TRANS7 pada Minggu 25 Juni 2017 pada pukul 06.45 WIB. (nwk/nwk)


Berita Terkait