Berdasarkan pantauan detikcom di POB Syekh Bela-Belu Parangtritis, tim pemantau hilal dari Kanwil Kemenag DIY dan tim dari BMKG DIY tak sempat melakukan pemantauan secara intens. Karena kondisi langit di Parangtritis sejak Sabtu sore terselimuti awan tebal.
Perwakilan Tim Badan Hisab dan Rukyat Kanwil Kemenag DIY Mutoha Arkanudin menerangkan, karena kondisi awan mendung, tim Kemenag DIY tidak harus melakukan pemantauan secara intens. Kalaupun dipaksakan, hilal tetap tidak akan terlihat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di daerah sekitar Pantai Selatan memang sulit mendapatkan hilal pas matahari terbenam. Karena mendung, hilal sukar dilihat," ujarnya. "Bahkan, kalau dipersentase, kemungkinan melihat hilal di POB Syekh Bela-Belu Parangtritis hanya 10 persen," akunya.
Menurut Mutoha, memang pemantauan hilal di sekitar Pantai Selatan Jawa sampai Sumatera kurang optimal. "Daerah paling bagus memantau hilal di NTB dan NTT. Karena di sana faktor cuacanya kering, tidak lembab seperti di sekitar Pantai Selatan," tutupnya. (mcs/rvk)











































