Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan mendapat curahan hati (curhat) dari para pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pedagang mengeluhkan soal omzet yang menurun dibanding tahun lalu.
"Tahun ini penjualan turun 65 persen, semua pedagang pada mengeluh," kata Ibu Betty Marlinda, pedagang baju Gamis ke Anies di Blok B Pasar Tanah Abang, Jakpus, Sabtu (24/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sering-sering datang, Pak, lama-lama di sini, lihat kita, Pak," ujar seorang pedagang kepada Anies.
Diakui Anies, beberapa pedagang selain Tetty sempat curhat mengenai turunnya tingkat penjualan dan omzet para pedagang. "Ada seorang pedagang tadi yang menceritakan tahun ini lebih rendah," imbuh Anies kepada wartawan.
Menanggapi keluhan itu, Anies berjanji akan membenahi peraturan seperti izin usaha, kenyamananan para pembeli dan lainnya serta peningkatan daya beli masyarakat.
"Kemudian ketertiban di sekitar pasar, kemudahan fasilitas parkir akses transportasi penataan yang kita lakukan sehingga mereka yang ke pasar datang nyaman pulang nyaman bagi yang bekerja di sini juga merasakan keleluasaan dan dengan begitu lebih banyak lagi orang yang mau datang ke pasar-pasar tradisional termasuk Tanah Abang," terang Anies.
Menurunnya tingkat pendapatan dan daya beli masyarakat, menurut Anies, disebabkan oleh tingkat perenokomian global, termasuk Indonesia dan Jakarta.
"Ini terkait dengan daya beli, dan daya beli terkait dengan perekonomian, bukan hanya Jakarta tetapi juga dunia. Indonesia mengalami kontraksi dari sisi kita akan mempermudah izin usaha, proses pengurusan, tapi yang paling penting daya belinya meningkat. Ini kan suplainya ada tapi di demand rendahnya itu yang akan kita tingkatkan, " kata Anies. (idh/rvk)











































