"Personel kepolisian ada 300 orang, kalau digabung dengan TNI dan unsur lainnya bisa mencapai 400 lebih. Kita juga libatkan Pramuka. Semua disiagakan di sepanjang jalur Puncak untuk antisipasi kemacetan dan kecelakaan," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama kepada detikcom, Sabtu (24/6/2017).
Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama (Farhan/detikcom) |
Personel ini, kata Hasby, nantinya akan disiagakan di sepanjang jalur Puncak, terutama di titik-titik rawan kemacetan, seperti di pintu-pintu masuk kawasan wisata dan pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasby mengatakan, saat ini sudah terpasang 10 CCTV di sepanjang Jalan Raya Puncak, yang memiliki panjang hingga 21 kilometer.
"Ada 10 kamera CCTV yang disebar di titik-titik mulai gerbang tol hingga Cianjur. Hal tersebut untuk memantau pergerakan kendaraan dan menjadikan rujukan untuk memberlakukan sistem satu arah atau one way nantinya," katanya.
Selain CCTV, di sepanjang Jalan Raya Puncak juga sudah terpasang pita kejut di beberapa lokasi yang dianggap rawan terjadi kecelakaan.
"Jalur Puncak ini kan banyak lokasi yang rawan terjadi kecelakaan. Dengan marka kejut ini, diharapkan pengendara lebih aware lagi, jadi lebih konsentrasi, lebih peduli terhadap diri sendiri dan penumpangnya. Contoh sederhananya, mereka yang mengantuk kan minimal bisa segar lagi setelah melintasi marka kejut," terang Hasby. "Intinya, konsentrasi itu penting ketika berkendara, terutama di jalur Puncak. Jangan lupa, kendaraan juga harus dipastikan laik jalan sebelum ke Puncak," imbuh Hasby. (rvk/rna)












































Kasat Lantas Polres Bogor AKP Hasby Ristama (Farhan/detikcom)