Malam ke-28 Ramadan: Makin Meruah Ghiroh di Segala Penjuru

Muhammad Sufyan Abdurrahman - detikNews
Jumat, 23 Jun 2017 20:20 WIB
Foto: Suasana tarawih melimpah ke ruas jalan Mesjid Agung Trans Studio Bandung Jl Gatot Subroto, Kota Bandung, baru-baru ini. (Foto: Instagram Mesjid Agung Trans Studio Bandung)
Bandung - Semoga bukan karena penulis baru ngeh, namun rasanya semarak 10 hari terakhir Ramadan di Kota Bandung tahun ini sangatlah bagus. Energi berpijak Islam (ghiroh) rasanya meruah-ruah dari segala titik penjuru kota, berebut dalam kebaikan mencari malam seribu bulan.

Prolog kuncup kembang ini bukanlah cuap-cuap penuh subyektif. Faktanya, setelah berkeliling satu masjid ke lainnya di Kota Bandung dalam 10 hari terakhir Ramadan 1438 Hijriah ini, suasana tak ubahnya mesin diesel.
Makin lama makin panas.

Menariknya, pada sejumlah titik tempat ibadah dengan "segmen" anak muda, makhluk pencari jati diri, justru kepadatan terasa. Misalnya di masjid yang terus menjadi trending talking dua tahun terakhir: masjid Al-Lathiif Jl Saninten No 2, bilangan Supratman, Kota Bandung, pimpinan ustaz muda kharismatik, Hanan Attaki, Lc.

Malam ke-28 Ramadan: Makin Meruah Ghiroh di Segala Penjuru  Foto: Suasana tarawih melimpah ke ruas jalan di Mesjid Al-Lathiif, Jl Saninten No 2, Kota Bandung, baru-baru ini. (Foto: Instagram @Benzoitubejo)


Di masjid yang terkenal dengan gerakan Shift Pemuda Hijrah ini, hiruk pikuk ummat berusia pemuda/i dan remaja sudah bisa langsung dirasakan atmosfer-nya sejak salat tarawih.

Jemaah melimpah ke ruas jalan depan rumah warga, yang membuat tampilan foto bak semut-semut tengah mengerubungi markas besarnya. Padahal itu tanpa tenda atau penutup, sehingga air hujan jelas akan membilas badan sekira turun.

Tak perlu heran, dengan kondisi begitu, tak mudah dapat slot duduk bagian utama ruangan masjid jika ingin habiskan iktikaf di sini. Terlebih jika giliran penceramah adalah Ustaz Hannan itu sendiri, serta imam qori' kondang asal Aceh lulusan ITB, Muzammil Hasballah.

Ini bertambah keren ketika Ahad, 21 Juni lalu, muballigh lulusan Al-Azhar University, Mesir, ini tersebut membuat acara gaul khas anak muda penuh sentuhan Islam yakni "Ngabuburide" di komplek TNI (Pussenif).

Sadar bahwa jemaahnya mayoritas anak muda, maka acara diawali aneka kegiatan outdoor khas mulai dari skateboard, parkour, juggling, fotografi, dst. Seluruhnya kemudian ditutup tausiah serta salat berjemaah Isya dan tarawih di atas lapangan lega tepat di bawah langit Kota Bandung.

Demikian pula Masjid Agung Trans Studio Bandung. Terletak persis depan muka mal terbesar di Kota Bandung, masjid di bawah grup CT Corps ini belakangan kian tercatat termasuk yang termakmur kegiatannya. Baik sebelum masuk bulan puasa, dan apalagi sekarang.

Jika mal identik kesenangan duniawi, hedonisme dan konsumtif, maka aktivitas padat keislaman di masjid tersebut sungguh penyeimbang sebanding. Tengok saja foto ketika jemaah tarawih melimpah dua jalur mengkooptasi halaman yang biasanya jadi lahan parkir pengunjung pusat perbelanjaan. Merinding....

**

Kesan ini pula yang terpatri kuat saat malam iktikaf ke-28 mendatangi kembali masjid Al-Murabbi Jl Sutami No 122, Setrasari, Kota Bandung, Jumat (23/6/2017) dinihari. Betapa energi umpama diesel juga dirasakan, salah satunya banyak pemandangan baru mengharukan.

Malam ke-28 Ramadan: Makin Meruah Ghiroh di Segala Penjuru  Foto: Suasana iktikaf di Masjid Al Murabbi Bandung pada Jumat (23/6) dini hari. ( M Sufyan Abdurrahman)


Jika di malam ke-21 lalu nyaris tak ada bocah ikut iktikaf, kalaupun ada sebatas pindah tidur dari rumah ke masjid, maka semalam hampir 10 anak ikut berdiam diri di masjid menemani ibu-bapaknya beribadah.

Mereka juga ikut salat malam berjemaah yang bacaannya sebetulnya relatif tidak 'ramah' anak karena ayat yang dibacakan imam hafiz cukup panjang-panjang guna mengejar target khatam 1 juz dalam 11 rakaat salat malam.

Malam ke-28 Ramadan: Makin Meruah Ghiroh di Segala Penjuru  Foto: Suasana iktikaf di Masjid Al Murabbi Bandung pada Jumat (23/6) dini hari. ( M Sufyan Abdurrahman)


Namun, para anak kecil usia kurang dari 10-tahunan ini, tampak anteng-anteng saja. Beberapa menuntaskan ikut berjemaah bersama ratusan pria dan wanita dewasa semalam --sejumlah kecil dari mereka tidak tuntas karena memilih istirahat dahulu.

Malam ke-28 Ramadan: Makin Meruah Ghiroh di Segala Penjuru  Foto: Suasana iktikaf di Masjid Al Murabbi Bandung pada Jumat (23/6) dini hari. ( M Sufyan Abdurrahman)


Sang bocah yang mungkin belum paham betul apa manfaat ikut kegiatan ini, di malam buta pula, dalam pengamatan penulis, terus enjoy saja. Sungguh, ini selaras Surat Al-Maidah yang semalam banyak dibaca imam hafiz; Jamuan (yang menyenangkan) bagi siapapun para pemburu Al-Qadr.

Malam ke-28 Ramadan: Makin Meruah Ghiroh di Segala Penjuru  Foto: Suasana iktikaf di Masjid Al Murabbi Bandung pada Jumat (23/6) dini hari. ( M Sufyan Abdurrahman)


**

Jika betul hasil hitungan umara bahwa Lebaran jatuh pada Ahad, 25 Juni ini, otomatis delapan hari sudah peluang emas ini terlewati. Sisa sehari, plus pada malam ganjil juga (29 Ramadan nanti malam), itulah satu tersisa yang bisa kita gapai bersama.

Malam ke-28 Ramadan: Makin Meruah Ghiroh di Segala Penjuru  Foto: Suasana iktikaf yang padat di Masjid Pusdai, Jl Diponegoro 63 Bandung, baru-baru ini (Dudi Sugandi)


Dalam suasana sendu segera ditinggal sang raja bulan, seraya kita tak tahu apakah berjumpa dengan Ramadan tahun depan, besar harap bahwa ghiroh mewujudkan Ramadan terbaik di Bandung khususnya dan Indonesia umumnya, tak selesai sampai sini saja.

Bahwa spirit ibadah berjemaah tinggi semacam ini bisa terealisasi dalam suasana 11 bulan ke depannya. Ramadan bukan lagi sekedar bulan, tapi doping dasar pengungkit saat jalani hari-hari mendatang selepas Ied Fitri.

Tekad ini penting karena pada titik embun kelopak mata atas nikmat ibadah tahun ini, kita sungguh blank adakah jamuan bulan terbaik ini mampir lagi ke kita ke depannya? Allahu 'alam bis shawab.

*) Muhammad Sufyan Abdurrahman, Dosen Digital Public Relations Telkom University
(nwk/nwk)