DetikNews
Jumat 23 Juni 2017, 15:18 WIB

Hary Tanoe Jadi Tersangka, Ini Perjalanan Kasus SMS Ancaman

Ferdinan - detikNews
Hary Tanoe Jadi Tersangka, Ini Perjalanan Kasus SMS Ancaman Hary Tanoesoedibjo /Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Hary Tanoesoedibjo menjadi tersangka kasus dugaan SMS ancaman ke jaksa Yulianto. Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah 1,5 tahun jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe ke Mabes Polri.

"SPDP diterbitkan sebagai tersangka," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto kepada wartawan di gedung Divisi Humas, Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (23/6/2017).

Baca juga: Polri: Hary Tanoe Jadi Tersangka

Hary Tanoe dijerat dengan Pasal 29 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana pasal yang disertakan dalam laporan jaksa Yulianto ke Mabes Polri.

Baca juga: Jadi Tersangka SMS Ancaman, Hary Tanoe Diperiksa 4 Juli

Hary Tanoe dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka oleh penyidik Drektorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pada 4 Juli mendatang.

Berikut perjalanan kasus dugaan SMS ancaman Hary Tanoe:

- 28 Januari 2016

Jaksa Yulianto yang menangani kasus Mobile 8 mengadu ke Bareskrim Polri. Di surat laporan, Yulianto, nama Harry Tanoe tertulis sebagai terlapor.

Yulianto mengaku mendapat tiga kali SMS yakni pada 5 dan 7 Januari serta 9 Januari.

"Mas Yulianto kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasan tak akan langgeng, saya masuk politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena mena demi popularitas, dan abuse of power. Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini, di situlah saatnya Indonesia akan berubah dan dibersihkan dari hal hal yang tidak sebagaimana mestinya. Kasihan rakyat yang miskin makin banyak sedangkan yang lain berkembang dan makin maju," begitu isi SMS dari Hary Tanoe ke jaksa Yulianto.

- 5 Februari 2016

Hary Tanoe balas melaporkan jaksa Yulianto ke Bareskrim Polri. Ketum Perindo ini juga melaporkan Jaksa Agung HM Prasetyo ke Bareskrim

Harry mengaku tidak pernah mengancam Yulianto melainkan hanya menyampaikan misi politik.

"Saya sesalkan saya dilaporkan mengancam. Padahal saya tidak mengancam. Saya menyampaikan misi politik saya," ujar Harry Tanoe di Bareskrim Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (5/2).

- 12 Juni 2017

Hary Tanoe sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.

Hary Tanoe diperiksa sekitar 3 jam terkait SMS yang dikirimkan pada 5 Januari 2016. Saat itu jaksa Yulianto sedang menangani kasus dugaan korupsi restitusi pajak Mobile 8. Sedangkan Hary Tanoe saat itu menjabat Komisaris Mobile 8 dan menjadi saksi dalam kasus ini.

"Ini SMS bukan ancaman. Yang dipermasalahkan jadi ancaman di sini, mau memberantas oknum-oknum. Sifatnya kan jamak, bukan tunggal," tegas Hary Tanoe.

- 14 Juni 2017

Penyidik Bareskrim memanggil jaksa Yulianto untuk diperiksa atas aduannya mengenai SMS yang dianggap ancaman dari Hary Tanoe.

- 16 Juni 2017

Jaksa Agung M Prasetyo menyebut terlapor kasus SMS ancaman yakni Hary Tanoe sudah berstatus tersangka.


"Terlapor... tersangkalah sekarang sudah tersangka, setiap kali diundang ya harus hadir itu kewajiban," kata Prasetyo.

Namun pernyataan ini dibantah Direktur Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran. Menurutnya saat itu belum ada penetapan tersangka.

- 22 Juni 2017

Kejaksaan Agung menyebut sudah mendapatkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) Hary Tanoesoedibjo dari Polri.

SPDP tersebut sudah mencantumkan Hary Tanoe sebagai tersangka sejak 15 Juni 2017 lalu. Surat SPDP itu bernomor B30/VI/2017 Ditipidsiber.


(fdn/van)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed