Suminah, 16 Tahun Setia Pada Satu PO Bus untuk Mudik

Suminah, 16 Tahun Setia Pada Satu PO Bus untuk Mudik

Hary Lukita Wardani - detikNews
Jumat, 23 Jun 2017 14:34 WIB
Suminah, 16 Tahun Setia Pada Satu PO Bus untuk Mudik
Suminah ditemui di Terminal Lebak Bulus, 23 Juni 2017 (Foto: Hary Lukita Wardhani/detikcom)
Jakarta - Suminah (48) asal Gumolong, Solo, telah 20 tahun berjuang hidup di Kota Jakarta. Ternyata sekitar 16 tahun dari kurun waktu itu Suminah setia pada satu PO Bus untuk mengantarnya mudik ke kampung halaman.

"Saya pakai GM, sudah 16 tahun lebih dari suami sampai ke anak-anak saya," ujar Suminah ditemui di Terminal Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (23/6/2017).

Suminah bercerita, awalnya mengetahui PO Bus tersebut dari sang suami. Perjalanan yang nyaman dan menyenangkan membuat keluarga Suminah memutuskan menggunakan PO Bus yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya dari suami saya, tahun berapa ya lupa pokoknya sudah lebih dari 16 tahun itu. Waktu itu suami saya naik bus itu dari Gumolong ke Jakarta, lalu ia cerita terus bilang 'sudah bu seterusnya naik Garuda Mas saja," cerita Suminah yang sehari-harinya berjualan peyek di Stasiun Pasar Minggu Baru.

Suminah mengatakan kenyamanan dan keramahan petugas pada PO Bus tersebut membuatnya bertahan. Sesekali ia sempat tergoda menggunakan PO Bus lain, tapi nyatanya pelayanannya mengecewakan.

"Ramah kondektur nya, supirnya juga mengendarai busnya tidak ugal-ugalan. Jadi saya nyaman, terus selalu tepat waktu sampai nya, kata Suminah.


"Saya pernah coba bus lain, eh saya malah dapat perlakuan yang kasar. Bawaan orang mudik kan banyak ya, si kondektur nya malah marah-marah," sambung dia.

Sejak saat itu, dia enggan berpindah ke bus lain lagi. Meski saat ini harga PO Bus kesayangannya melambung, namun Suminah sama sekali tidak tergoda untuk menggantinya.

"Saya nggak mau pindah-pindah lagi, sekarang harganya emang naik banget sampai Rp 350 ribu dari Rp 150 ribu, tapi tidak apa-apa," ungkapnya.

Suminah tahun ini mudik ke kampung halaman bersama anaknya Romanur (17). Ia terlihat membawa 5 buah tas dan satu tempat tidur bayi untuk cucunya di sana.

"Ini saya sama anak, ya ada 5 tas lah. Terus bawa ini tempat tidur bayi buat calon cucu saya di kampung," ucapnya dengan raut wajah gembira.


Ketika ditanya ia akan kembali ke Jakarta lagi atau tidak? Dengan cepat ia menjawab kembali. Menurutnya di Jakarta mudah mencari nafkah dibanding di kampung.

"Di sini kalau kita mau berusaha pasti ada saja rejeki yang penting halal. Kalau di kampung misal nggak punya lahan sama saja," tutupnya. (lkw/rna)


Berita Terkait