Danlanud Ngurah Rai: Barrack Obama Berangkat dari Guam

Danlanud Ngurah Rai: Barrack Obama Berangkat dari Guam

Prins David Saut - detikNews
Jumat, 23 Jun 2017 10:33 WIB
Danlanud Ngurah Rai: Barrack Obama Berangkat dari Guam
Barrack Obama (Foto: REUTERS/Joshua Roberts)
Denpasar - Komandan Lanud Ngurah Rai Kolonel Pnb Wayan Superman menyatakan Barrack Obama beserta rombongan berangkat menuju Bali dari Guam. Obama diketahui menggunakan pesawat tipe Gulfstream.

"Pesawatnya Gulfstream ya, kemungkinan charter berangkat dari Guam. Kalau kendaraan mobilnya itu wilayahnya Paspampres ya," kata Superman di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, Jumat (23/6/2017).

Pesawat itu diketahui ditumpangi oleh Barrack Obama beserta istri dan dua putrinya bersama kerabat. Total ada 14 orang termasuk Obama dalam rombongan mantan Presiden AS ke-44 itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada Notice to Airmen dan penutupan bandara, hanya priority status ya. Sehingga kalau mendarat, ini Beliau didahulukan, karena kita harus hormati juga, Beliau kan pengennya santai ya," ujar Superman.

Dan Lanud Ngurah Rai: Barrack Obama Berangkat dari GuamFoto: David Saut/detikcom
Teknis pengamanan saat kedatangan, liburan dan keberangkatan Obama beserta rombongan, disebut Superman, ada di bawah komando TNI. Sehingga, pengamanan akan dilakukan secara tertutup.

"Standar semua pengamanan di Bandara Ngurah Rai selama 5 hari. Intinya, permintaannya cuma satu, Beliau mau berlibur di Bali dan menghormati bagaimana respon kita dari sisi pengamanan, Beliaunya sangat berterimakasih sekali," ucap Superman.

Ketika mendarat di Bandara Ngurah Rai pada pukul 17.55 WITa nanti, Obama beserta rombongan akan disambut oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Pangdam Udayana Mayjen TNI Komaruddin, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus R Golose dan Dan Lanud Ngurah Rai.

"Ya kalau bersalaman akan saya sampaikan Om Swastiastu, selamat datang di Bali," pungkas Superman disusul tawanya.


Sementara pengamanan udara hanya dilakukan secara monitoring menjelang kedatangan Obama di Bali. Hal ini berbeda ketika Raja Salman bin Abdul Aziz berlibur di Bali beberapa waktu lalu.

"Raja Salman kan rombongan besar, kalau ini kan simple hanya satu pesawat dan rangkaian tidak terlalu panjang. Kita sudah koordinasi dengan tim advance dari AS di Base Ops Lanud, dengan Otoritas Bandara, AirNav, Bea Cukai dan Imigrasi juga," imbuh Superman.

Pengamanan

Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh I Gede Widiyana ditunjuk menjadi komandan Pasukan Pengamanan VVIP Barrack Obama selama berlibur di Bali. Putra asli Pulau Dewata ini baru bertugas di Bali sejak Maret 2017 lalu.

Untuk mengamankan Obama beserta keluarga dan rombongannya, Widiyana meminta pasukannya fleksibel. Fleksibilitas ini guna menyeimbangi jadwal Obama selama di Bali yang bersifat tentatif.

"Kekuatan personel yang kita siapkan tentatif, tergantung tugas yang kita laksanakan. Artinya, kegiatannya belum bisa kita tahu hari per hari. Kita siapkan apa yang tamu VVIP ini akan lakukan," kata Widiyana di Denpasar, Bali, Jumat (23/6).

Dan Lanud Ngurah Rai: Barrack Obama Berangkat dari GuamDanrem 163/Wira Satya Kolonel Arh I Gede Widiyana (Foto: David Saut/detikcom)
Kekuatan personel di bawah komandonya untuk pengamanan Obama diperkirakan lebih dari 300 personel gabungan. Namun, Widiyana tak bisa menyebutkan angka pastinya termasuk kendaraan taktis yang disiagakan juga tak bisa dijabarkan.

"Angka (personel) belum ada karena kita belum tahu (kegiatan Obama). Tapi semua kita siagakan. Kekuatan pengamanan dari unsur TNI dan Polri, darat laut dan udara," ujar lulusan Akmil tahun 1990 ini.


Mantan dosen Sesko TNI ini menambahkan tak ada rencana penutupan jalan ketika Obama dan rombongan melintas dari Bandara Ngurah Rai menuju Ubud. Hal ini berbeda ketika Raja Salman bin Abdul Aziz berlibur di Bali di awal tahun ini.

"Kendaraan disiapkan dari timnya Beliau, jadi semua berjalan seperti biasa, hanya pengamanan dalam batas tertentu. Tidak ada penutupan jalan tapi prosedur tetap kita laksanakan," ucap perwira TNI yang kali pertama ini bertugas di wilayah timur Indonesia. (vid/rna)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads