Beli Mercy, Gubenur Riau Kangkangi Imbauan MPR

Beli Mercy, Gubenur Riau Kangkangi Imbauan MPR

- detikNews
Senin, 02 Mei 2005 18:02 WIB
Pekanbaru - Para pejabat pemerintah pusat dan daerah diminta mematuhi imbauan pimpinan MPR RI agar tidak menggunakan mobil mewah sejenis Volvo atau Mercy. Gubernur Riau Rusli Zainal yang membeli dua Mercy dinilai mengangkangi imbauan MPR."Mestinya pejabat di jajaran pemerintah daerah bisa menyesuaikan dengan para pejabat di tingkat pusat," komentar Wakil Ketua MPR RI AM Fatwa kepada wartawan Senin (2/05/2005) di Hotel Sahid, Pekanbaru. Fatwa berada di Pekanbar dalam rangka kunjungan kerja sosialisasi putusan-putusan MPR.Fatwa menyatakan, imbauan MPR itu sudah diterapkan oleh para pejabat pusat. Pejabat daerah pun sudah selayaknya mengikuti jejak orang pusat, termasuk Gubernur Riau."Lha, menteri kita sekarang ini saja pakai Toyota Camry, masak pejabat daerah malah pakai Mercy," sindir politisi PAN itu.Bila imbauan itu tidak diindahkan para pejabat di daerah, maka dengan sendirinya hal itu telah mengkangkangi MPR. Apalagi sekarang masyarakat luas dan pers sudah mengetahui jika Gubernur Riau wira-wiri naik Mercy di Jakarta."Kalau sudah demikian, ya mestinya bisa menghargai imbauan MPR. Sangat disayangkan dan disesalkan kalau pejabat di daerah tidak menyesuaikan diri. Itu sama saja imbauan MPR telah dikangkangi gubernur," pendapat Fatwa.Mobil Gubernur Riau itu seharga Rp 1,2 miliar dan disimpan di kantor penghubung Pemprov Riau di Jl Otista, Jakarta Timur. Sedangkan untuk wakilnya, tersedia Mercy Rp 800 juta. Mercy itu jadi angkutan keduanya saat 'melancong' ke Jakarta.Gubernur Riau yang dikonfirmasi soal Mercy itu, menolak berkomentar. Dia meninggalkan forum yang dihadiri Fatwa itu lebih dulu sebelum acara bubar.Sekda Provinsi Riau, Mambang Mit, yang dikonfirmasi tentang anjuran anggota DPRD Riau agar Mercy di Jakarta segara dilelang, hanya berujar pendek, "Kita pelajari itu." (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini