"Simpang lima ini ikon kota semarang didirikan tahun 1969. Orang luar kota kalau belum datang ke Simpang Lima belum lengkap. Semua tersedia di sini, makan murah enak juga ada," kata Hendrar, Kamis (22/6/2017).
Para petugas kebersihan dan pedagang dikumpulkan Wali Kota di pinggir Simpang Lima dan melakukan kerja bakti bersama. Hal itu untuk menyambut para pengunjung yang akan datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hendi juga menyoroti soal keluhan parkir liar yang kerap didapatkan. Keluhan tersebut terkait harga parkir yang lebih tinggi dari tarif yang sudah ditentukan dan pastinya lokasinya sembarangan.
"Parkir bayar tidak sesuai karcis banyak dikeluhkan. Jangan sampai tamu kapok datang ke sini," tegasnya.
Foto: Dok Pemkot Semarang |
Hendi berusaha agar Kota Semarang menjadi tempat mudik yang nyaman. Ia juga menggandeng warga untuk berpartisipasi dengan menjaga lingkungannya masing-masing. Jika ada keluhan, lanjut Hendi, bisa segera dilaporkan melalui sistem 'Lapor Hendi' yaitu dengan SMS ke 1708 dengan format 'Laporhendi (spasi) aduan' atau bisa melalui twitter atau instagram @HendrarPrihadi.
"Untuk para pedagang, jangan 'mremo', menaikkan harga 200 sampe 300 persen, jangan," pungkasnya. (alg/ega)











































Foto: Dok Pemkot Semarang