Menurut Djarot, untuk mengubah mental dan paradigma warga Jakarta ke arah yang lebih baik tidak bisa dilakukan hanya dalam satu atau dua tahun kepemimpinan. Djarot menyebut butuh waktu panjang dan terus menerus disertai kedisiplinan semua warga.
"Ada satu perubahan terus menerus yang harus dilakukan yaitu masalah sikap mental, karena untuk mengubah mental dan paradigma tidak bisa satu-dua tahun. Butuh waktu terus menerus dan penuh kedisiplinan," kata Djarot di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (22/6/2017).
Ada 5 tertib yang dianggap Djarot masih lemah dilakukan warga Jakarta. Tertib tersebut adalah tertib buang sampah, tertib lalu lintas, tertib hunian, tertib pedagang kaki lima (PKL) dan tertib demo.
"Contoh mental, melaksanakan 5 tertib saja masih payah," tegas Djarot.
Djarot mengatakan pembangunan fisik berupa infrastruktur lebih mudah dilakukan ketimbang membangun mental masyarakat. Sebab pembangunan fisik memiliki jangka waktu yang pasti untuk penyelesaian sementara pembangunan mental tidak ada jangka waktu.
(bis/fdn)











































