MWA Masih Belum Berkomentar Soal Gaji Rektor UGM
Senin, 02 Mei 2005 15:45 WIB
Yogyakarta - Kenaikan gaji rektor UGM sebesar 400 persen dipersoalkan dosen dan mahasiswa. MWA (Majelis Wali Amanat) belum berkomentar soal ini. Namun, Rektor UGM Sofian Effendi mengaku kenaikan gaji ini juga atas persetujuan MWA. Detikcom sempat mendatangi kantor MWA yang ada di sebelah timur Balai Senat UGM di Gedung Pusat, Senin (2/5/2005). Namun, tak satu pun anggota MWA yang datang ke kantornya. Saat ditanya keberadaan Ketua MWA Prof Dr Ir Joedoro Soedarsono dan Sekretaris Prof Dr Siti Chamamah Soeratno, seorang pegawai di kantor itu mengatakan keduanya tidak ada. Demikian pula anggpta lainnya seperti Prof Dr Ir Adhi Susanto, Prof Dr Djoko Suryo dan Prof Mubyarto ketiak dicari di kantor lainnya juga tidak ada.Sebelumnya, Sofian Effendi mengaku kenaikan gaji tersebut sudah dibicarakan dengan MWA. "Masalah gaji rektor itu yang memutuskan bukan saya, tapi MWA dan semua sudah dipikirkan matang-matang," kata Sofian Effendi di kantor di Gedung Pusat UGM, Bulaksumur Yogyakarta, Senin (2/5/2005).Sofian juga menolak bahwa rektorat tidak transparan dalam masalah keluarnya SK rektor mengenai kenaikan gaji. Sebab, semua yang berkaitan dengan kenaikan gaji sudah dibicarakan dan dimusyawarahkan dengan semua dekan fakultas.Sementara itu para dosen yang melakukan aksi menilai aneh dan menolak pernyataan rektor bahwa soal kenaikan gaji itu sudah disosialisasikan dan dibicarakan di fakultas maupun jurusan oleh dekan. "Kami tidak pernah diberitahu soal itu oleh dekan, tapi tahu-tahu ada SK Rektor. Itupun hanya untuk menutupi rumor yang berkembang sebelumnya soal gaji rektor Rp 25 juta itu," kata Dr. Ir Moh. Maksum.Dia mengatakan sebenarnya para dosen tidak mempermasalahkan nominal gaji saat ini. Namun lebih baik dana-dana itu dimanfaatkan untuk kepentingan universitas dan disalurkan kepada mahasiswa yang memang membutuhkan. "Soal uang gaji itu ngisin-ngisini (memalukan-red), kayaknya kemaruk (serakah-red)," katanya.Baik Maksum maupun Dr Djuwantoko dari Fakultas Kehutanan juga mempertanyakan komitmen rektor yang dulu selalu menggembar-gemborkan soal research university di awal menjabat. Namun sampai sekarang dukungan pihak universitas terhadap riset-riset yang dilakukan oleh dosen-dosen UGM sangat kecil.
(asy/)











































