Kapolda Banten Pastikan Situasi Kondusif Pascapenangkapan Teroris

Kapolda Banten Pastikan Situasi Kondusif Pascapenangkapan Teroris

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 22 Jun 2017 00:26 WIB
Kapolda Banten Pastikan Situasi Kondusif Pascapenangkapan Teroris
Kapolda Banten Brigjen Polisi Listyo Sigit Prabowo/ Foto: Bahtiar Rifai/detikcom
Jakarta - Jelang Lebaran dan di tengah mudik ini Densus 88 menangkap dua terduga teroris di Pandeglang. Keduanya diduga telah membuat perencanaan terkait aksi teror yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini.

Atas penangkapan tersebut, Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat tetap tenang dan waspada. Jajaran kepolisian sudah menyiapkan personel pengamanan arus mudik dan Lebaran khususnya di Merak. Selain itu, pengamanan juga dilakukan secara terbuka dan tertutup termasuk disiapkannya personel gegana.

"Masyarakat tetap tenang saja, karena kita akan bergerak terus," ucap Listyo kepada detikcom, Pandeglang, Rabu (21/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemantauan terhadap mereka (teroris) kan sepanjang masa. Kalau terkait hal tersebut (teror) kita akan lebih waspada jangan sampai ada kejadian," katanya lagi.

Selain itu, ia meminta kepada warga Banten agar terus memonitor lingkungan masing-masing. Jika ditemukan warga atau kelompok yang mencurigakan apalagi bersikap eksklusif, ia meminta agar melaporkan hal tersebut kepada kepolisian.

Selain itu, kepada para ulama juga diminta agar bisa merangkul kelompok-kelompok yang sifatnya eksklusif. Agar mereka kembali bergaul dan bisa berbaur dengan masyarakat.

"Operasi Ramadniya tentunya kita akan terus meningkatkan kewaspadaan," katanya.

Sebelumnya, dalam dua hari ini yaitu pada Selasa (20/6) kemarin dan hari ini telah ditangkap dua orang terduga teroris di Pandeglang, Banten. Kedua adalah warga yang memiliki KTP Banten dengan inisial masing-masing Y dan I.

Kedua terduga masih memiliki hubungan dengan beberapa penangkapan yang belakangan ini terjadi di Cilegon, Serang dan Kota Serang. Penangkapan juga dilakukan karena mereka sudah memiliki rencana aksi teror.

"Yang jelas mereka sudah dalam membuat gambar. Kemudian melakukan persiapan-persiapan dan memang harus diamankan," kata Listyo. (bri/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads