Indikator perkembangan kota yakni pembangunan taman, peningkatan sarana/prasarana bus TransJakarta, normalisasi sungai dan mengembalikan fungsi waduk.
"Kemudian beberapa underpass dan flyover sedang kita garap terus lewat Dinas Bina Marga. Termasuk jalan layang non tol ada yang mau rampung. (Simpang Susun) Semanggi juga saya rasa bangunan monumental," ujar Saefullah di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (21/6/2017).
Namun menurut Saefullah yang paling penting adalah pembenahan birokrasi. Birokrasi di Jakarta saat ini sudah banyak berubah dari pemerintahan dengan kepemimpinan gubernur sebelumnya.
"Tapi yang lebih penting, birokrasi sudah banyak sekali berubah. Karena inti dari pemerintahan kan birokrasi. Kalau birokrasi sudah melayani, transparan, adil dan tidak korup. Ini kan tanda-tanda masyarakat akan dilayani dengan baik," tuturnya.
Ke depan, Saefullah ingin pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel terus dilanjutkan.
"Sayang kalau sekarang sudah bangun (pemerintahan yang bersih, transparan dan akuntabel), besok bagaimana? Masyarakat harus lakukan kontrol bahwa kita menuju ke sana, siapa pun pemimpinnya," ujarnya. (bis/fdn)











































