"Operasi cipta kondisi yang kita lakukan dari mulai malam sampai sahur, di beberapa hari ini, kita dari Polres Jakarta Selatan di back up Polda Metro Jaya. Selain itu, Pemkot dan dari TNI, kita melaksanakan kegiatan patroli, kita melakukan tindakan-tindakan razia, kita mengamankan kurang lebih 442 orang dan rata-rata masih remaja mereka melaksanakan kegiatan sahur on the road," ujar Kapolres Jaksel, Kombes Iwan Kurniawan, di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (21/6/2017).
Foto: Kanavino/detikcom |
Iwan menerangkan, sebenarnya kegiatan SOTR ini tidak bermasalah selama dilakukan secara positif. Namun kegiatan SOTR akhir-akhir ini memberi dampak negatif bahkan sampai melukai orang dan meresahkan masyarakat.
"Sebenanrya SOTR ini kalau dilaksanakan positif itu baik tetapi karena beberapa waktu ke belakang ini kita melihat SOTR ini, banyak dimanfaatkan kegiatan yang melanggar atau menyimpang bahkan masuk klasifikasi pelanggaran hukum," terangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak anak-anak yang cukup umur sehingga mereka tidak memiliki SIM. Bahkan pada saat mereka SOTR, mereka tidak memperhatikan keselamatan, dalam arti mereka bonceng tiga, tidak gunakan helm, nah hal-hal inilah, kami jajaran kepolisian mengambil tindakan tegas untuk mencegah," tutur Iwan.
Foto: Kanavino/detikcom |
Dari 442 orang yang diamankan, Iwan mengungkapkan sementara ini baru satu orang yang diproses karena membawa senjata tajam dan 26 orang ditilang sebab melanggar aturan lalu lintas. Sedangkan remaja lainnya akan diberikan pembinaan oleh kepolisian agar tidak mengikuti lagi kegiatan SOTR.
"Yang kita proses satu, tetapi yang melanggar ada 26, kita akan lakukan tindakan. Kita akan lakukan pembinaan juga," imbuh Iwan.
Kegiatan operasi cipta kondisi ini pun akan terus dilakukan hingga menjelang lebaran. Operasi dilakukan agar memberikan ketentraman bagi masyarakat. (knv/nvl)












































Foto: Kanavino/detikcom
Foto: Kanavino/detikcom