"Mulai kemarin sampai sekarang terus disemprot, mudah-mudahan nggak hujan. Jalan tol itu kan pinggirnya tanah, ada yang sejajar ada yang beda sedikit. Sebagian besar sejajar, kalau hujan tanahnya pindah ke jalan. Kalau basah jadi lumpur, kering jadi debu. Setelah ini harus dibersihkan lagi," kata Royke di auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (20/6/2017).
"Separuh memang bagus, clear, no debu. Misalnya Pemalang arah sini ya, Pemalang-Brebes karena itu duluan jadi. Yang Pemalang arah Batang itu belakangan jadi. Ada debunya, masih ada ketika lima hari yang lalu," imbuh dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cukup kuat untuk kendaraan golongan I. Nggak boleh lewat (kendaraan besar)," kata Royke.
Kendaraan berat, kata dia, dilarang melintasi jembatan darurat itu sejak Rabu (21/6) hingga Kamis (27/6) besok. "Nggak boleh lewat dari H-4 sampai H+2," tutur Royke.
Sebelumnya, PT Jasa Marga menyiram air semen pada ruas tol fungsional Batang-Gringsing. Pejabat humas PT Jasa Marga Semarang-Batang Iwan Abriyanto mengatakan wilayah yang ditanganinya total 74,2 km dan untuk fungsional arus mudik Lebaran 2017 sepanjang 36,5 km. (fai/dhn)











































