Desak Penerapan UU Sisdiknas
2.500-an Siswa Semarang Demo
Senin, 02 Mei 2005 13:51 WIB
Semarang - Sekitar 2.500 siswa dan santri di Desa Bedono, Jambu, Ambarawa, Kab Semarang memperingati Hardiknas dan berunjuk rasa. Mereka mendesak pemberlakuan UU Sisdiknas.Aksi itu dimulai dengan upacara peringatan Hardiknas di Lapangan Desa Bedono, Senin (2/5/2005). Selain siswa dan santri, ratusan warga juga ikut serta dalam acara itu.Usai upacara, mereka melakukan aksi long march menuju SMP Theresiana yang jaraknya hanya 1 km dari lokasi awal. Mereka menenteng spanduk besar bertuliskan "Berlakukan UU No 20 Tahun 2003" dan "Satukan langkah, kuatkan akidah", dan lain sebagainya.Karena banyaknya peserta demo, Jl Raya Ambarawa Magelang yang biasa digunakan lalu lintas Semarang-Yogya itu macet. Separuh badan jalan dipenuhi massa aksi. Polisi terlihat kerepotan mengaturnya.Tiba di SMP Theresiana, sejumlah perwakilan diterima pihak sekolah. Sementara peserta aksi lainnya terus berorasi sambil mengacung-acungkan spanduk dan poster."Dalam UU Sisdiknas, pengajaran agama kan sesuai dengan agama siswa. Tapi di sekolah Kristen di sini, siswa muslim tetap diajar agam Kristen. Kami ingin mempertanyakan itu," kata salah satu peserta aksi, Muhamad Syukron, kepadadetikcom.Syukron menambahkan, paling tidak dalam tahun ajaran baru nanti pihaknya minta kurikulum untuk diubah sesuai dengan UU Sisdiknas. "Agar semua siswa mendapatkan perlakuan yang adil," imbuhnya.Dari SMP Theresiana, para demonstran melanjutkan aksinya ke SMP Sedes Satiantiane dan SD Kanisius Bedono yang jaraknya tak begitu jauh. Hingga pukul 13.15 WIB, sejumlah perwakilan masih berdialog dengan pihak SD Kanisius."Kami akan terus melakukan aksi ini. Setelah itu, kami menyiapkan aksi untuk tingkat propinsi dan pusat (Jakarta). Itu kalau tuntutan kami tidak terpenuhi," kata Syukron dengan nada keras.
(nrl/)











































