Arifin Tewas Tertembak Rekannya Sendiri Saat akan Merampok

Arifin Tewas Tertembak Rekannya Sendiri Saat akan Merampok

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 20 Jun 2017 19:40 WIB
Arifin Tewas Tertembak Rekannya Sendiri Saat akan Merampok
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta - Berencana merampok rumah warga, satu pelaku perampokan tewas tertembak temannya sendiri. Sebelum tewas, pelaku yang bernama Arifin itu sempat bergulat dengan korban.

Dari data yang dihimpun, peristiwa bermula saat pemilik rumah Alamsyah (61) sedang menonton televisi di ruang tamu Selasa (20/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Kemudian terdengar suara pintu utama didobrak pelaku, yang diduga hendak melakukan perampokan.

Melihat Arifin yang sudah masuk rumah, Alamsyah langsung melakukan perlawanan hingga terjadi pergulatan dan berteriak meminta tolong. Suara teriakan minta tolong itu didengar anaknya, Indawan (32), yang saat itu sedang berada di kamar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat keluar dari kamar, Indawan, yang terkejut melihat ayahnya bergulat dengan beberapa pelaku, berusaha membantu. Namun Indawan justru menjadi sasaran pelaku lainnya yang menggunakan senjata tajam. Indawan terluka di bagian kepala dan tangan, begitupun dengan ayahnya, yang mengalami luka bacok.

Kapolsek Gandus AKP Aidil Fitri mengatakan pelaku perampokan di rumah Alamsyah diduga berjumlah tujuh orang. Satu di antaranya meninggal dunia akibat tertembak rekannya sendiri.

Polisi tidak menemukan identitas apa pun dari tubuh Arifin. Hingga akhirnya polisi melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa yang bersangkutan merupakan warga 2 Ulu, Seberang Ulu 1, Palembang.

"Dugaan sementara, tertembak oleh rekannya sendiri saat akan merampok rumah korban. Hal ini diketahui setelah adanya laporan dari warga dan mendapati satu diduga perampok bersimbah darah," ujar Aidil kepada wartawan di Mapolsek Gandus, Selasa (20/6/2017).

Aidil menambahkan di lokasi juga ditemukan beberapa barang bukti, di antaranya 2 buah ponsel merek Nokia, 1 buah lakban yang masih utuh, 1 buah tali rafia, 1 batang kayu balok, sepasang sepatu yang diduga milik pelaku, dan 1 buah dompet warna hitam berisi uang Rp 154 ribu.

Barang bukti lain adalah 1 buah tas sandang kecil warna hitam, 2 proyektil yang sudah terpakai, dan 1 buah peluru yang masih aktif kaliber 32. Sementara itu, pelaku tewas dibawa ke RS Bhayangkara untuk pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut.

"Sekarang sedang dalam penyelidikan untuk mengungkap pelaku lain. Di mana dalam perkara ini belum ada kerugian material yang dialami korban, hanya mengalami luka bacok pada bagian kepala dan bahu," tutupnya. (ams/ams)


Berita Terkait