"Saya kan pemerintah, jadi di situ kan jelas posisi pemerintah. Saya tidak ada pandangan pribadi di sini (soal presidential threshold), tapi saya terpilih dengan Pak Jokowi 20 persen, iya 20 persen itu bisa," kata JK di kantor Wakil Presiden, kompleks Istana Presiden RI, Jalan Veteran III, Jakarta, Selasa (20/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namanya politik harus pakai strategi ya, tidak ada yang salah di sini. Yang minta nol tidak salah, yang minta 15 tidak salah, yang minta 20 tidak salah, cuma apa yang paling efektif sebenarnya," ujarnya.
JK menepis anggapan bahwa strategi parpol yang menginginkan ambang batas tinggi bertujuan memunculkan calon presiden tunggal. "Wah, itu calon tunggal nanti merusak demokrasi," imbuhnya.
JK menyebut selama dua kali pemilihan umum, sistem dengan ambang batas pencapresan 20 persen berlangsung baik. "Sudah dua kali pemilu langsung 20 persen, bagus," pungkasnya. (nvl/imk)










































