Yasonna mengatakan, pihaknya sudah meminta pihak kepolisian untuk mengejar napi tersebut. Sedangkan Imigrasi diminta untuk menjaga perbatasan.
"Kita minta Imigrasi karena menyangkut orang asing ya. Imigrasi sudah kita minta menjaga semua. Kita minta bantuan polda, Polri untuk mengejarnya. Ini orang asing tiga yang narkoba, satu karena pelanggaran keimigrasian," kata Yasonna saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/6/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena itu sedang diperiksa lah apakah ada kerja sama atau tidak. Saya sudah minta diperiksa kalau ada kelalaian. Kelalaian juga adalah menjadi unsur yang, berarti tidak mengikuti protap. Apalagi kesengajaan. Itu berbahaya sekali kan. Apalagi ada narkoba dan lain-lain," katanya.
Yasonna mengatakan, LP Kerobokan sudah masuk dalam kondisi yang over capacity. Pihaknya pun mempertimbangkan opsi untuk memindahkan sebagian napi ke tempat lain.
"Memang kerobokan ini sudah masuk taraf kondisinya sangat, dan over-kapasitas, kondisinya tidak lagi cocok, dari dulu ada masalah. Sekarang ada pikiran untuk memindahkannya ke tempat lain kajiannya. Hanya di Bali kan tanah sangat mahal sekali. Sedang kita kaji sekarang itu," katanya.
Terkait rencana pemindahan ini, Yasonna sudah mengirimkan surat ke Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung untuk dirapatkan oleh Presiden.
"Saya sudah minta, bahkan saya sudah kirim surat ke Mensesneg untuk membuat ratas untuk materi mengenai lapas, termasuk di dalamnya pengalihan ke daerah terluar. Sudah saya kirim surat, tinggal tentukan waktunya. Sekaligus saja kita bicarakan," katanya. (rjo/idh)











































