Seperti diketahui, NasDem merupakan partai pendukung pemerintah. NasDem berencana mendukung kembali Jokowi menjadi capres pada tahun 2019.
"Kami melihat itu karena sudah 3 kali ini ambang batas 20 persen, bukan untuk mengamankan posisi Jokowi dan lain sebagainya, tapi itu norma yang perlu diatur. Kita 20 persen supaya presiden mendapat dukungan yang kuat," ujar anggota Pansus RUU Pemilu dari F-NasDem Syarief Abdullah Alkadrie saat dihubungi, Selasa (20/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NasDem mengklaim ingin presidential threshold sebesar 20 persen untuk kepentingan jangka panjang. Syarief ogah disebut partainya pragmatis karena dukungan terhadap Jokowi di Pilpres 2019.
"Itu pemikiran kita. Kalau nol persen kaitannya itu, ya bisa-bisa saja. Sekarang pandangan NasDem 20 persen seperti itu. Kita tidak berpandangan pragmatis," kata Syarief.
Presidential threshold masih terjadi tarik-ulur kepentingan antar parpol. NasDem yakin keputusan final berada di angka 20 persen.
"Kita berpandangan seperti itu. Kalau pertimbangannya partai pemerintah mungkin ya seperti itu," imbuh Syarief. (dkp/imk)











































