Lalu bagaimana cara Lycodon sidiki bertahan hidup dan menghindari bahaya?
Kepala Laboratorium Herpitologi Puslit Biologi LIPI Amir Hamidy menjelaskan, khusus untuk Lycodon sidiki yang baru saja ia temukan dengan 3 rekannya yang lain, ular tersebut menghindari bahaya dengan memiripkan diri menjadi ular berbisa.
"Kalau jenis ini tidak punya bisa. Jenis ini sebetulnya tidak berbahaya. Hanya saja jenis ini punya kemiripan dengan jenis ular berbisa untuk bertahan hidup, contohnya Bungarus candidus atau ular weling," tutur Amir saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (20/6/2017).
"Jadi dia berperilaku menyerupai si Bungarus candidus. Padahal dia sendiri tidak berbisa, hanya si Bungarus candidus ini sangat berbisa sekali, dia berperilaku menyerupai itu, warnanya juga. Itu salah satu strategi dia," jelasnya.
Menurut Amir, tak semua ular di genus Lycodon memiripkan diri untuk menghindari bahaya. Hanya ada beberapa spesies saja yang di antaranya Lycodon sidiki.
"Tidak semua. Salah satunya sidiki ini," ungkapnya.
Lycodon sidiki ditemukan di sungai di kawasan Takengon, Aceh, oleh Amir dan 3 rekan sepenelitiannya yakni yakni Elijah Wostl, Nia Kurniawan, dan Eric N Smith. Hasil penelitian mereka saat ini terbit menjadi jurnal internasional.
Terkait istilah ular 'serigala', menurut Amir itu hanya istilah yang diberikan oleh orang Inggris. Justru genus Lycodon pada dasarnya tak memiliki gigi taring.
(rna/imk)











































