Kagumnya Kang Emil pada Fenomena Bulan Sabit, Berharap Lailatul Qadar

Kagumnya Kang Emil pada Fenomena Bulan Sabit, Berharap Lailatul Qadar

Niken Purnamasari - detikNews
Selasa, 20 Jun 2017 10:30 WIB
Kagumnya Kang Emil pada Fenomena Bulan Sabit, Berharap Lailatul Qadar
Fenomena bulan sabit di atas Masjid Al-Safar. (Instagram Ridwan Kamil)
Jakarta - Ada fenomena alam menarik yang terjadi di atas Masjid Al-Safar KM 88 Jalan Tol Cipularang, Jawa Barat, pada malam ke-25 Ramadan. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil begitu kagum pada fenomena itu dan berharap hal tersebut adalah pertanda datangnya Lailatul Qadar.

Video tentang fenomena itu diunggah oleh Ridwan Kamil melalui akun Instagram-nya, @ridwankamil. Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, menulis keterangan foto adanya bulan sabit dan satu bintang di bawahnya.


"Ada fenomena alam unik. Saat subuh di malam ke-25 Ramadhan tadi, Di atas Masjid Al Safar KM 88 Tol Cipularang, saat simbol bulan bintang diproyeksikan di dinding masjid, pas menengadah ke atas, terlihat langit gelap gulita, kecuali hanya menyisakan bulan sabit dan 1 bintang saja di bawahnya. Subhanallah. Semoga itu tanda Lailatul Qadr. Amin," tulis Ridwan Kamil dalam akun Instagram-nya, seperti yang dilihat detikcom, Selasa (20/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ridwan Kamil berharap datangnya malam Lailatul Qadar.Fenomena bulan sabit di atas Masjid Al-Safar. (Instagram Ridwan Kamil)


Seperti diketahui, malam Lailatul Qadar adalah malam istimewa yang datang pada bulan Ramadan. Dalam Surat Al-Qadr ayat 1-5, Allah berfirman bahwa malam Lailatul Qadar lebih baik daripada seribu bulan.

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar." (QS: Al-Qadr ayat 1-5).

Dalam sejumlah riwayat disebutkan malam Lailatul Qadar datang di tanggal-tanggal ganjil pada 10 hari terakhir Ramadan, yakni 21, 23, 25, 27, 29, dan akhir malam Ramadan.

Datangnya malam Lailatul Qadar dari sejumlah riwayat ditandai dengan malam yang cerah, tidak dingin, dan tidak pula panas. Sedangkan keesokan harinya, cahaya sinar matahari berwarna kemerah-merahan. (nkn/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads