DetikNews
Selasa 20 Juni 2017, 06:45 WIB

Waspada Copet Modus 'Tumpah Baju' Beraksi di Depok

Audrey Santoso - detikNews
Waspada Copet Modus Tumpah Baju Beraksi di Depok Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta - Ada-ada saja modus copet mengambil barang berharga korbannya. Di Depok, Jawa Barat, seorang pengendara mobil kehilangan ponsel setelah ditanyai alamat oleh seseorang yang mengaku penjual baju.

Adalah Irfan Junaidi, pemimpin redaksi surat kabar nasional Republika, yang menjadi korban tipu daya pencopet modus 'tumpah baju'. Irfan menceritakan awalnya dia sedang mengendarai mobil dari rumahnya menuju kantor. Tiba-tiba ada sebuah motor matik menyalip mobilnya dan berhenti sedikit menghalangi laju mobil.

"Kemarin pagi berangkat dari rumah jam 10 (pagi,red)-lah, lewat Jalan Krukut situ, lalu ada orang boncengan naik motor. Yang depan, yang mengendarai motor bawa tas, dia menyalip mobil saya dan dia berhenti di depan mobil, sedikit menutupi mobil saya," kata Irfan ketika dikonfirmasi detikcom, Selasa (20/6/2017) subuh.

Saat mobil berhenti, orang membawa baju tersebut turun dari motor dan menghampiri sisi kiri depan mobil Irfan. Orang itu mengaku hendak tanya alamat untuk mengantarkan baju pesanan pelanggan. Irfan kemudian membuka kaca kursi sebelah kiri depan dan berniat membantu.

"Lewat kaca pintu (mobil, red) sebelah kiri, dia ketok-ketok dan saya buka kaca, dia kayak nanya alamat sambil gendong tas. Dia bilang dapat pesanan bikin kaos tapi orangnya tidak bisa dikontak. Karena iba, saya buka kaca mobil saya,"sambung dia.

Dengan sengaja dan tiba-tiba, pelaku menumpahkan baju yang dia gendong ke kursi sebelah pengemudi. Skenario pelaku berlanjut, seakan-akan mengambil baju-bajunya yang tumpah. Pada saat demikianlah, Irfan memperkirakan, tangan pelaku dengan cepat mengambil ponsel milik Irfan yang sedang diisi daya baterainya.

"Lalu tiba-tiba bajuya tumpah ke dalam (mobil, red). Posisinya handphone sedang saya cas dan ditaruh di jok depan kiri mobil. Jadi pas bajunya jatuh, handphone saya ketutupan," jelas Irfan.

Setelah pelaku selesai menanyakan alamat, Irfan melanjutkan perjalanan. Berjarak 200-300 meter dari lokasi, Irfan baru menyadari handphone yang dicasnya turut tersampu tangan pencopet.

"HP saya cas, HP-nya saya cas di dasbor, HP-nya saya taruh di jok sebelah kiri. Saya juga baru sadarnya saat sudah jauh, handphone saya ikut diambil bersama baju-bajunya," ucap Irfan.

Menurut Irfan kondisi jalanan saat kejadian ramai oleh pengendara lain. Adapun ciri-ciri pelaku menggunakan jaket, berpenampilan agak kusam, dan mengenakan helm setengah muka. Irfan berharap musibah kecopetan yang dialaminya jadi pelajaran bagi pengendara mobil lain.

"Yang bawa motor agak gempal, yang dibonceng agak kurus. Ya saya harap ini jadi pelajaran supaya biarpun siang tengah hari, ada saja orang jahat," Irfan menyampaikan.

Irfan memilih tak melaporkan kejadian yang dialaminya ke kepolisian dan memilih mengikhlaskan ponselnya.

"Saya tidak melapor (ke polisi, red) karena saya ada acara jam 11-nya. Kemudian setelah itu ada acara lagi. Jadi saya ikhlaskan, anggap saja cara lain bersedekah," tutur dia.


(aud/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed