Kepala Subseksi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Madinah dokter Ika Nurfarida Sholeh menyampaikan hal tersebut dalam pembekalan petugas haji Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Haji, Jakarta Timur, Senin (19/6/2017).
![]() Kepala Subseksi Klinik Kesehatan Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah dokter Ika Nurfarida Sholeh (Triono Wahyu/detikcom) |
"Mungkin akan ada serangan panas atau lebih dikenal dengan heat stroke. Itu yang harus diwaspadai," kata Ika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2015, ada korban heat stroke. Tahun lalu tidak ada korban. Semoga tahun ini juga (tidak ada)," ungkap Ika.
Sosialisasi sejak awal, menurut Ika, cukup ampuh mencegah korban. Jemaah harus paham bagaimana menghadapi situasi. Karena itu, petugas haji gencar menyampaikan kepada jemaah bahaya serangan panas.
Tim medis saat ini terus mempersiapkan diri bertugas di Arab Saudi, Mekah, dan Madinah. Selain strategi penanganan jemaah, juga fasilitas seperti ambulans dan obat-obatan. Mereka juga mempersiapkan tim khusus, baik standby maupun mobile, agar jemaah terlayani dengan optimal.
Gelombang pertama jemaah akan diberangkatkan pada 28 Juli 2017 dan akan tinggal di Madinah. Gelombang berikutnya tinggal di Mekah. Tahun ini kuota haji Indonesia berjumlah 221 ribu, terbesar sepanjang sejarah. (try/dhn)












































