DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 18:35 WIB

Kata Masinton soal Asal-Muasal Surat Miryam ke Pansus Angket KPK

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kata Masinton soal Asal-Muasal Surat Miryam ke Pansus Angket KPK Masinton Pasaribu (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Anggota Pansus Angket KPK, Masinton Pasaribu, menjelaskan soal bagaimana dirinya bisa mendapatkan surat bantahan Miryam S Haryani soal tekanan yang dilakukan anggota Komisi III DPR. Dia menjelaskan surat tersebut didapat dari dua orang.

Masinton menjelaskan surat itu diterimanya sekitar awal Mei lalu. Dua orang yang menyerahkan surat tersebut mengaku bernama Agus Bejo dan Nobel Edan. Pertemuan itu pun dilakukan dengan tatap muka langsung.

"(Saya dapat surat itu) jauh sebelum ada panitia angket. Bulan Mei di atas tanggal 8. Saya ada menerima surat yang diantarkan orang yang mengaku bernama Agus Bejo dan Nobel Edan. Ya (face to face)," kata Masinton di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (19/6/2017).



Dua orang tersebut awalnya mengaku ingin menemui Masinton. Saat bertemu, mereka menyerahkan sebuah map cokelat.

"Membawa map memberikan ke saya, saya nggak tahu isinya apa. Setelah saya buka, ternyata surat dari Miryam. Saya terima dari dua orang. Agus Bejo dan Nobel Edan. Saya serius ya," tutur Masinton.



Saat ditanya soal identitas dua orang tersebut yang mengaku bernama Agus Bejo dan Nobel Edan, Masinton cuek. "Saya nggak mau konfirmasi nama orang," ucapnya.

Setelah mengetahui isi map tersebut surat pengakuan dari Miryam, Masinton lantas membawanya ke Pansus Angket. Dia pun mengaku tak pernah menemui Miryam selama yang bersangkutan ditahan.

"Nggak pernah (jenguk). Ditahan di mana saya nggak tahu," tuturnya.
(gbr/imk)
Baca Juga
detikX
Habis Miryam Terbitlah Koruptor

Habis Miryam Terbitlah Koruptor

detikX
Runyam Setelah Surat Miryam

Runyam Setelah Surat Miryam

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed