"Sepertinya mereka sudah merencanakan sudah matang," kata Tonny di kantornya, Jl Tangkuban Perahu, Kerobokan, Bali, Senin (19/6/2017).
Tonny menambahkan, penyelidikan dilakukan oleh Polda Bali untuk memburu 4 napi tersebut. Mereka adalah WN Australia Shaun Edward Davidson (33), WN Bulgaria Dimitar Nikolov Iliev (43), WN India Sayed Mohammed Said (31) dan WN Malaysia Teek Kok King (50).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
4 WNA tersebut diperkirakan melarikan diri pada pukul 06.30 Wita. Cuaca saat itu masih berawan dan belum ada hujan yang biasa menggenangi lubang terowongan berukuran 30 x 75 cm tersebut.
"Setelah mereka kabur, baru hujan deras. Indikasi digali sejak lama. Tapi tidak ada bekas tanah galian. Artinya, memang diduga lubang itu sudah ada lama. Makanya kita tidak pernah curiga penggalian, karena tanahnya harusnya ada," ucap Tonny.
Polda Bali telah menginstruksikan jajarannya untuk memburu keempat WNA tersebut karena diduga masih berada di Pulau Bali. Foto para napi itu juga sudah disebar melalui sosial media dan aplikasi pesan singkat.
"Kalau ada masyarakat melihat mereka, segera laporkan ke kepolisian," pungkas Tonny. (vid/rvk)










































