"Itu bukan sahur tapi itu geng motor. Sahurnya oke, silakan, tapi berkali-kali saya ngomong jangan sahur kemudian pakai motor dan muter-muter begitu. Itu pasti akan lebih banyak mudaratnya, betul kan terjadi," kata Djarot di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (19/6/2017).
Djarot mengaku mendapat laporan kejadian tersebut hari Minggu (18/6) kemarin. Awalnya Djarot mengaku lega karena keributan di Jakarta saat sahur berkurang. Namun, dia menyayangkan adanya pembacokan yang terjadi di Kemayoran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengantisipasinya, Djarot akan menyiagakan Satpol PP untuk berpatroli hingga lebaran nanti. Jumlah personel Satpol PP akan ditambah di daerah-daerah rawan keributan.
"Tentu patroli kita. Kita koordinasi dengan kepolisian untuk patroli di daerah-daerah rawan. Kan dulu daerah rawan pasti di Kemayoran, orang trek-trekan di situ. Mungkin menjelang lebaran ya, makanya kita perlu patroli. Ada penambahan dari Satpol PP," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa pembacokan tersebut terjadi pada Senin (19/6/2017) sekitar pukul 02.40 WIB dini hari tadi. Para korban saat itu sedang melakukan kegiatan SOTR.
"Kemudian saat melintas di Jalan Penjernihan, tepatnya di depan SPBU dan di depan kuburan Karet Bivak, berpapasan dengan sekelompok pelaku," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto kepada detikcom, Senin (19/6).
Para pelaku saat itu berjumlah puluhan orang dan mengendarai motor. Mereka membawa atribut bendera.
"Pelaku mengendarai motor yang membawa bendera VOC tiba-tiba melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam ke kelompok korban," terang Suyudi. (nth/rvk)











































