DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 16:50 WIB

Komitmen Ungkap Teror Novel, Kapolri: Ini Utang Polisi

Nur Indah Fatmawati - detikNews
Komitmen Ungkap Teror Novel, Kapolri: Ini Utang Polisi Kapolri Jenderal Tito Karnavian/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan Polri akan berupaya optimal mengungkap teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Bagi Polri, pengungkapan kasus Novel adalah 'utang' yang harus diselesaikan.

"Jadi kita ingin kasus ini terungkap secepat mungkin, ini komitmen kita. Tapi sekali lagi pengalaman kami di lapangan, pengalaman saya juga pribadi yang cukup banyak menangani kasus-kasus yang cukup menonjol," ujar Tito dalam jumpa pers di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2017).

Dalam jumpa pers bersama Ketua KPK Agus Rahardjo, Tito mengatakan penanganan terhadap kasus teror seperti yang dialami Novel tak mudah untuk diungkap. Namun Polri dipastikan Tito mengerahkan sumber daya yang dimiliki guna pengungkapan kasus.

"Sekali lagi pengalaman kami di lapangan, pengalaman saya juga pribadi yang cukup banyak menangani kasus-kasus yang cukup menonjol, usaha kita 25 persen usaha manusia tapi tetap 75 persennya lagi itu adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kemudahan dan jalan supaya kasus ini juga cepat terungkap. Itu juga melegakan bagi kami karena bagi kami (ini) utang kepolisian (mengungkap) kasus ini," tutur Tito.

Dalam pengungkapan teror Novel, Tito mengatakan sudah ada 56 saksi yang diperiksa. Namun keterangan saksi-saksi itu masih meragukan lantaran tidak melihat kejadian secara langsung. Meski ada juga saksi yang penting yaitu saksi yang melihat kejadian secara langsung.

Baca juga: Kapolri: 56 Orang Diperiksa, Ada Saksi Lihat Langsung Teror Novel

Selain itu, KPK disarankan membentuk tim yang menempel dalam penyelidikan teror Novel. Tim ini menurut Tito bisa bersinergi dalam pengungkapan pelaku teror.

Baca juga: Kapolri Tawarkan KPK Bentuk Tim 'Tempel' Penyelidikan Teror Novel

"Kemudian ada beberapa IT yang diperlukan bersama-sama mungkin dianalisis. Kita juga sangat terbuka kepada tim IT dari KPK untuk sama-sama mempelajari sehingga apa pun masukan bisa dianalisis bersama atau analisis terpisah tapi setelah itu di-sharing," terang Tito.

Baca juga: Novel Curigai Jenderal, Kapolri: Bila Ada Bukti, Kami Proses

Sementara itu guna menindaklanjuti pernyataan Novel mengenai kecurigaan diduga jenderal terlibat teror, Polri akan mengirimkan tim menemui Novel, yang sedang menjalani perawatan di Singapura.

"Kalau merupakan fakta hukum, dari Polri siap kami akan proses hukum. Kita akan lakukan penyelidikan dan kita akan terbuka untuk itu," ujarnya.


(fdn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed