DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 16:47 WIB

Mantan Ketua MK Bersaksi untuk Kasus Suap Akil Mochtar

Aditya Mardiastuti - detikNews
Mantan Ketua MK Bersaksi untuk Kasus Suap Akil Mochtar
Jakarta - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2010-2015 Hamdan Zoelva hadir sebagai saksi dalam sidang Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun. Samsu didakwa menyuap Akil sebesar Rp 1 miliar.

Hamdan saat itu menjadi hakim anggota dalam perkara sengketa Pilkada Kabupaten Buton di MK tahun 2011.

"(kasus) 7 tahun lalu, kita bantuin negara biar selesai. Kalau nggak dikasih keterangan nggak selesai perkaranya," kata Hamdan sebelum sidang di PN Tipikor Jakarta, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Samsu didakwa menyuap mantan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar terkait perkara sengketa Pilkada Kabupaten Buton di MK tahun 2011. Suap itu diberikan agar Samsu menang dalam Pilkada Kabupaten Buton.

Saat itu KPU Kabupaten Buton menetapkan pasangan nomor urut 3 Agus Feisal dan Yaudu Salam sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Buton pada 10 Agustus 2011. Samsu keberatan dan mengajukan gugatan ke MK.

Pihak MK membentuk hakim panel untuk menangani permohonan keberatan, yaitu, La Uku dan Dani yang tidak lolos verifikasi, Abdul Hasan dan Buton Achmad serta Samsu dan La Bakry.

Menindaklanjuti putusan sela pleno hakim MK, dilakukan pemungutan suara ulang Pemilukada Kabupaten Buton. Setelah itu, Samsu bertemu Akil Mochtar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada 12 Juli 2012.

"Pada malam harinya, terdakwa menerima telepon dari Arbab Paproeka yang menyampaikan adanya permintaan dari Akil Mochtar agar terdakwa menyediakan uang sebesar Rp 5 miliar. Memenuhi permintaan tersebut, terdakwa mengirimkan uang ke Akil Rp 1 miliar," kata jaksa KPK Kiki Ahmad Yani di PN Tipikor, Senin (12/6).


(ams/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed