Hal itu dikatakan oleh Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun. "Ada dua keunggulan dan menjadi daya tarik poros PKS dan Gerindra. Pertama total gabungan kursi poros ini sudah 23 kursi. Artinya peluang untuk turut serta dalam Pilkada juga lebih besar. Ini tentu menarik bagi partai lain untuk bergabung," kata Rico melalui keterangan
tertulisnya, Senin (19/6/2017).
Baca juga: Gerindra dan PKS Sepakat Koalisi di Pilgub Jawa Barat
Keunggulan kedua adalah koalisi PKS dan Gerindra memiliki mesin partai politik yang kuat. Menurut Rico, Pilgub Jabar akan menjadi medan pertarungan bagi partai nasionalis religius melawan nasionalis sekuler.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Poros nasionalis religius menjadi penting sebab ledakan Islam politik di Pilgub Jakarta waktu lalu, juga mendapat pasokan bahan bakar dari Jawa Barat dalam banyak aksi bela islam. Partisipan yang hadir banyak yang berdomisili di Jawa Barat. Artinya dorongan tema religiusitas ini juga akan terbawa masuk di Pilkada Jawa Barat, terlepas apapun situasi Jakarta saat ini," kata Rico.
"Jadi partai Islam punya faktor yang cukup untuk turut menyumbang elektabilitas," tambah Rico.
Di Jawa Barat, kata Rico, partai Islam tak kekurangan stok tokoh. Di PKS misalnya ada nama Haris Yuliana, Sohibul Iman, Ahmad Syaikhu dan Netty Prasetyani Heryawan.
Baca juga: PKS: Ada Dorongan Agar Sohibul Iman Maju Pilgub Jabar
Ada juga nama tokoh Islam di luar partai yakni Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym. Nama pengasuh Pondok Pesantren Daarut Tauhid itu berada di posisi teratas dalam hal popularitas di sejumlah lembaga survei.
"Tingginya popularitas Aa Gym menunjukkan bahwa religiusitas (di Jabar) menjadi penting," kata Rico.
Hal yang sama dikatakan oleh Direktur Eksekutif Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKOPI) Hendri Satrio. Dia menilai koalisi PKS-Gerindra ibarat ganda terkuat di Jawa Barat saat ini.
Hendri mengatakan pusat perhatian di Jawa Barat saat ini adalah PKS. Maklum sudah dua periode ini PKS selalu menang di Pilgub Jawa Barat. "Jawa Barat ini pusat perhatiannya akan ada di PKS sebagai parpol yang kadernya sudah 2 periode menang sebagai gubernur di Jawa Barat. Bersama Gerindra, PKS ibarat pasangan ganda terkuat saat ini karena momentum politik mereka yang sedang bagus," kata Hendri melalui keterangan tertulisnya, Senin (19/6/2017). (erd/imk)











































