"Mereka biasa saja di dalam, justru yang warga negara Australia, Shaun, itu pelatih boxing di dalam," kata Kepala LP Kerobokan Tonny Nainggolan di kantornya, Jl Tangkuban Perahu, Badung, Bali, Senin (19/6/2017).
Shaun adalah napi kasus keimigrasian dan mulai ditahan pada 5 April 2016. Pelanggaran UU No 6 Tahun 2016 tentang Keimigrasian yang dilakukan pria asal Perth itu membuatnya harus menjalani hukuman selama 1 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, tiga rekannya yang turut kabur adalah Dimitar Nikolov Iliev (33) asal Bulgaria, Teek Kok King (50) asal Malaysia, dan Sayed Mohammed Said asal India. Dimitar dan King disebut berperilaku biasa saja saat berada di dalam LP Kerobokan.
"Malah si Sayed itu taat beragama, rajin beribadah, tapi jarang bergaul. Yang Bulgaria dan Malaysia biasa saja, karena itu tidak pernah kami curiga," ucap Tonny.
Shaun diketahui telah menjalani masa bimbingan di LP Kerobokan selama hampir satu tahun. Dalam 2 bulan 15 hari, seharusnya ia akan bebas dari jeruji besi.
"Saya kurang tahu yang Australia apa sih motifnya sampai kabur, padahal tinggal dua bulan," tutur Tonny. (vid/rvk)










































