Rezeki yang Terus Mengalir Saat Ramadan di Serbia

Anis Sundari - detikNews
Senin, 19 Jun 2017 16:05 WIB
Foto: Ramadan di Serbia (Anis Sundari)
Beograd - Buat saya bulan Ramadan tetaplah menjadi bulan Ramadan yang saya kenal. Bulan yang penuh keberkahan dan juga ampunan. Disambut dengan rasa syukur dan juga kebahagiaan karena dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan.

Saat ini saya tinggal di Beograd, di sebuah hotel yang diberikan oleh Pemerintah Serbia untuk mahasiswa/i penerima beasiswa. Fasilitas ini mesti kami tempati karena, sebagai mahasiswa tahun pertama, saya dan teman-teman lain diharuskan belajar bahasa Serbia sebelum memasuki perkuliahan. Ketika sudah memasuki perkuliahan, barulah saya akan pindah ke asrama

Kebiasaan yang sama saya lakukan menyambut Ramadan, seperti membersihkan dan merapikan kamar masih saya lakukan sebagai bentuk penyambutan awal bulan Ramadan di Serbia.

Tanpa menunggu sidang Isbat, penentuan awal Ramadan dapat dilihat melalui kalendar yang didapatkan dari Masjid Bayrakli. Ya, di Beograd ini, ada Masjid Bayrakli, yang menjadi masjid pusat dan yang tertua di Serbia. Jika kalian merindukan suasana Ramadan yang kalian inginkan, kalian bisa datang ke Masjid Bayrakli untuk berbuka puasa bersama dan juga salat berjemaah.

Kehidupan di Serbia pada bulan Ramadan berjalan seperti biasanya, tidak seperti di Indonesia dan negara muslim lainnya. Tidak ada hari libur ketika awal Ramadan. Restoran, kafe, toko roti dan kafana pun tetap buka di mana-mana.

Tidak perlu heran, muslim menjadi minoritas di Serbia, kebanyakan dari mereka menganut agama Nasrani Ortodoks. Dan yang uniknya salah satu kota di Serbia yaitu Novi Pazar adalah kota muslim. Di sana kalian dapat menemukan banyak masjid, toko buku Islami dan juga makanan halal.

Kembali pada kebiasaan saya, selain membersihkan dan merapikan kamar, hal yang saya lakukan adalah mempersiapkan bahan makanan dan minuman untuk sahur dan berbuka puasa, berjaga-jaga menu yang disediakan oleh pihak hotel tidak sedang bersahabat dengan lidah saya.

Alhamdulillah, Ramadan saya untuk pertama kalinya di negara asing terasa sangat menyenangkan walaupun jauh dari sanak keluarga dan teman. Dengan menu makanan yang mewah untuk berbuka puasa, juga teman muslim yang sangat baik cukup membuat saya merasakan suasana rumah di Serbia dan sedikit mengobati rasa rindu Indonesia.

Rezeki yang Terus Mengalir Saat Ramadan di Serbia Foto: Memasak dan sahur bersama teman-teman (Anis Sundari)


"Pisang goreng" dengan "Teh hangat" menjadi menu spesial takjil saya bersama dengan teman saya di hari puasa pertama. Rasanya enak sekali, sambil mendengarkan lagu Islami dan saling bertukar rasa untuk kesan puasa pertama dalam jangka waktu 18 jam lamanya.

Pada ronde kedua, kami makan di restoran. Mereka sudah menyediakan buah-buahan, susu, kue, jus, sup, salad dan makanan utama. Mewah bukan?

Di hari kedua berpuasa, kami mendapatkan undangan dari seseorang di tempatnya untuk berbuka puasa, yang rutin diadakan setiap hari Minggu. Biasanya kami memasak masakan Indonesia, berdiskusi, lalu salat berjemaah bersama. Pada malam harinya sebelum sahur, kami memberikan kejutan pada teman kami yang berulang tahun.

Rezeki yang Terus Mengalir Saat Ramadan di Serbia Foto: Sempat memberikan kejutan pada teman yang berulang tahun (Anis Sundari)


Di hari keempat berpuasa, kami bersama dengan teman kami dari Tunisia mengikuti acara buka puasa di Kalemegdan yang diselenggarakan oleh Turki. Di sana kami melihat betapa banyaknya muslim di Beograd yang juga merayakan acara Ramadan seperti kami.

Masya Allah, indahnya pemandangan pada hari itu. Melihat saudara muslim di negara minoritas. Senja dan cuaca yang bagus juga turut menggambarkan keindahan pada saat itu.

Rezeki yang Terus Mengalir Saat Ramadan di Serbia Foto: Buka puasa bersama di Kalemegdan (Anis Sundari)


Berkumpul dengan saudara muslim, melihat pertunjukkan tarian khas Turki, mendengarkan suara azan yang biasanya hanya bisa terdengar di dalam masjid, juga menikmati makanan khas Turki. Mereka juga turut mengundang perwakilan dari setiap kedutaan besar, jadi kami bertemu dengan perwakilan dari KBRI Beograd.

Di hari keenam berpuasa, kami mendapat undangan lagi dari seseorang. Di sana disediakan rujak cireng, bakwan, kolak, kurma, buah-buahan, nasi bersama dengan lauknya khas Indonesia. Bukan hanya untuk berbuka puasa bersama, tetapi acara ini pun kami gunakan sebagai wadah untuk bersilaturahmi dan saling bertukar cerita dengan masyarakat Indonesia yang sudah lama tinggal disini.

Di hari ketujuh berpuasa, kami mendapat undangan lagi dari kedutaan besar Indonesia di Beograd untuk berbuka puasa bersama. Acara di KBRI ini diadakan rutin setiap hari Jumat pada bulan Ramadan.

Rezeki yang Terus Mengalir Saat Ramadan di Serbia Foto: Buka bersama di KBRI Beograd (Anis Sundari)


Di awal acara, kami melaksanakan upacara untuk memperingati hari lahir Pancasila dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Setelah itu dilanjutkan dengan acara makan bersama. Makanan yang dihidangkan sudah pasti, tidak lain tidak bukan adalah makanan Indonesia, seperti soto yang sudah lama tidak kami jumpai. Sebelum waktu berbuka, di sana juga diadakan acara tausiyah 5 menit. Setelah makan bersama, acara dilanjutkan dengan salat Magrib berjemaah dan berdoa bersama.

Alhamdulillah, rezeki yang kami dapatkan terus mengalir pada bulan Ramadan di Serbia. Sampai di hari ke-13 berpuasa pun, kami masih mendapatkan undangan dari seseorang. Semoga Allah selalu memberikan keberkahan kepada mereka yang berpuasa dan yang memberikan makanan pada orang yang berpuasa.

Saya berharap untuk ke depannya pun berjalan seperti ini, dengan indah dan bahagia. Tidak lupa pun saya bersama teman saya, bertadarus bersama pada malam Jumat dan hari Jumat setelah salat tarawih berjemaah.

Bulan Ramadan ini sangat sempurna jika waktu yang digunakan untuk hal yang bermanfaat yaitu yang mendekatkan diri pada Sang Ilahi Rabbi untuk kebaikan akhirat yang juga bermanfaat untuk kebaikan dunia.

Selamat berpuasa! And Happy Ramadhan untuk semua umat muslim di belahan dunia. Salam dari Serbia.

*) Anis Sundari, mahasiswa penerima beasiswa World in Serbia angkatan ke-6 di Fakultas Pertanian jurusan Fitomedicine, University of Novi Sad, dan anggota Ikatan Pelajar Indonesia di Serbia (KERIS).
*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama dan partisipasi dari Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia). (nwk/nwk)