Bentrok di Makassar, 2 Warga Luka Tertusuk Panah
Senin, 02 Mei 2005 11:16 WIB
Makassar - Wus..wus..wus.. Puluhan panah berterbangan di jalanan. Pemandangan ini bukanlah di suatu pertandingan olahraga panahan melainkan bentrokan antar kelompok di Makassar. Akibatnya, 2 orang luka panah. Bentrokan terjadi antara 30-an warga Jalan Seruni, Makassar, dengan kelompok tidak dikenal, Senin (1/5/2005). Sekitar pukul 08.00 Wita, sekitar 100 orang mendatangi sekelompok warga yang sedang duduk di pinggir jalan. Tanpa basa-basi, kelompok tersebut langsung memanah dan melempari warga dengan batu.Warga pun tidak tinggal diam. Mereka langsung membalas penyerangan tersebut dengan lemparan batu pula. Gara-gara penyerangan ini, sejumlah warga antara lain Andis dan Ancu mengalami luka panah.Beberapa warga menduga PT. Asindo berada di belakang kelompok penyerang ini. "Serangan fajar ini sudah beberapa kali terjadi," ujar seorang warga, Maumanah, kepada detikcom di Makassar, Senin (2/5/2005).Pihak warga mengaku sudah mendengar rencananya penyerangan ini sejak tadi malam. Bahkan, kabar ini sudah dilaporkan ke Polresta Makassar Timur. Namun, pihak kepolisian tidak ketat menjaga daerah ini.Sekitar 20 personel polisi yang berjaga sejak malam, menurut warga hanya diam saja saat penyerangan berlangsung. Aksi keributan ini tidak berlangsung lama, sekitar 30 menit. Namun, warga masih berjaga-jaga, khawatir terjadi serangan susulan.Perseteruan antara warga dengan PT. Asindo ini sebenarnya sudah berlangsung lama. PT. Asindo mengklaim tanah seluar 1,02 hektar di pingir jalan Seruni adalah miliknya. Sementara, keluarga Andi Bausawa juga mengklaim tanah tersebut miliknya.Sengketa ini juga berbuntut di meja hijau. Di tingkat Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi, tanah tersebut sah milik Andi. Dan, sengketa itu kini tinggal menunggu putusan kasasi dari Mahkamah Agung. Tanah sengketa itu, saat ini digunakan sekitar 30 warga. Mereka membangun puluhan warung di atas tanah, bekas pasar burung ini.
(ton/)











































