DetikNews
Senin 19 Juni 2017, 13:09 WIB

RUU Pemilu Alot, KPU Siapkan 2 Draf Aturan untuk Pemilu 2019

Dewi Irmasari, Andhika Prasetia - detikNews
RUU Pemilu Alot, KPU Siapkan 2 Draf Aturan untuk Pemilu 2019 Ketua KPU Arief Budiman (Andhika Prasetia/detikcom)
FOKUS BERITA: Tarik Ulur RUU Pemilu
Jakarta - KPU sudah bekerja meski DPR dan pemerintah masih tarik-menarik membahas RUU Pemilu. KPU menyiapkan draf peraturan untuk mempersiapkan Pemilu 2019.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Arief Budiman setelah menerima audiensi dari Koalisi Masyarakat Sipil Kawal RUU Pemilu, Senin (19/6/2017). Arief mengatakan usulan dari koalisi ditampung oleh KPU.

"Tentu kami memperhatikan usulan dari masyarakat. Nanti kami akan bahas dalam pleno kita. Tapi kita ke DPR dulu. Pleno setelah dari DPR," kata Arief kepada wartawan di kantornya, Jalan Imam Bonjol No 29, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurutnya, usulan dari koalisi masyarakat sipil menjadi catatan untuk KPU. Sedangkan Arief menegaskan KPU tetap bekerja meski belum ada keputusan dari DPR terkait dengan RUU Pemilu.

"Kita lihat dulu hari ini selesai apa tidak, tapi kita tetap terus bekerja," tutur Arief.

Sementara itu, Komisioner KPU Wahyu Setiawan menyatakan pihaknya telah menyiapkan beberapa pilihan. Pilihan tersebut dibuat untuk mengantisipasi undang-udang yang akan digunakan, apakah undang-undang yang lama atau undang-undang yang baru.

"Kita sudah bentuk desk Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Ini kan langkah konkret. Kemudian kita mulai susun tahapan Pemilu 2019 dengan berbagai opsi, misal opsi ini gunakan undang-undang yang akan disahkan. Kemudian, jika kita gunakan kembali ke opsi yang lalu, itu kita sudah siapkan," ucap Wahyu.

"Pendek kata, kita tidak berdiam diri menunggu disahkannya undang-undang penyelenggaraan Pemilu 2019," ucap Wahyu.

KPU menyiapkan 2 draf peraturan KPU, yang menggunakan UU lama dan UU hasil revisi. Hal itu disampaikan Arief Budiman saat rapat dengan DPR.

"Kami buat 2, berdasarkan UU lama dan perkembangan revisi UU. Nanti kami konsultasikan dengan DPR. Kalau pakai UU lama kita siap, pakai UU lama kita siap, karena 5 poin krusial yang terakhir dibahas tidak mempengaruhi jadwal, hanya sistem. Maka draf itu tidak bergeser terlalu jauh," ujar Arief.

Draf peraturan KPU (PKPU) yang disiapkan oleh KPU fokus pada pencalonan, verifikasi, serta seluruh tahapan pemilu. Arief menegaskan langkah KPU menyiapkan 2 versi draf ini bukan berarti KPU mengambil posisi di antara tarik-menarik pemerintah-DPR soal RUU Pemilu.

"Kami siap dua-duanya. Ini antisipasi saja. Jangan seolah-olah malah memicu orang dikira KPU bermain. KPU nggak ikut-ikutan begitu. KPU sepenuhnya mengurus teknis, termasuk 2 draf itu, karena mengurus teknis saja. Supaya jika diambil keputusan, sudah siap. Nggak masuk nantinya membahas lagi, jadwal konsultasi lagi, habis waktunya," kata Arief.
(irm/imk)
FOKUS BERITA: Tarik Ulur RUU Pemilu
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed