"Masih diselidiki Denpom. Kepastiannya kita tunggu penyelidikan ya," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (19/62017).
Denny menyatakan kasus tersebut diusut oleh pihak Pomdam Jaya. Namun Danpomdam Jaya Kolonel Supri, saat dihubungi detikcom, belum memberikan respons.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prada Ananda, yang terluka, kemudian dibantu Kanit Intel Polsek Kemayoran dan dibawa ke RS Hermina Kemayoran. Sempat muncul informasi simpang-siur saat rekan-rekan Prada Ananda hendak kembali ke RS namun tidak menjumpai Prada Ananda, yang terluka di pinggang bagian kiri.
Peristiwa kedua terjadi sekitar 4 jam kemudian, yakni pukul 03.30 WIB, Minggu (18/6). Ada sekelompok orang yang menggunakan sepeda motor dan mobil menghampiri warga yang sedang duduk di tengah tugu Ondel-ondel.
Kemudian kelompok tersebut bergerak lagi menuju arah Jl H Jiung. Tak lama kemudian, ada penyerangan yang terjadi terhadap anak-anak muda yang sedang nongkrong di Gang laler.
Kendaraan berjenis Daihatsu Ayla itu lalu melintas dengan cara melawan arus berputar-putar di area patung Ondel-ondel dengan kecepatan tinggi. Mobil itu lalu menabrak warga yang sedang duduk di tengah tugu Ondel-ondel tersebut.
Orang yang berada di mobil tersebut turun dan mengeluarkan tembakan ke atas, lalu melarikan diri ke arah Ancol. Korban kejadian kedua ini bernama Andrian Dwi Nanda (18). Ia tewas karena diseruduk mobil. Sedangkan Abdul Qosim (32) mengalami kritis karena luka di kepala dan sekujur tubuh.
"Informasi sementara, korban dari sipil dikarenakan ketabrak mobil yang panik lewat di TKP. Mobil tersebut kabur, masih dalam pencarian pihak polisi. Namun kepastiannya sekali lagi kita menunggu hasil penyelidikan," ucap Denny.
Dari kesaksian, pelaku dalam kejadian penyerudukan mobil ini mengaku sebagai anggota TNI. Denny mengatakan pihaknya belum bisa memastikan adanya hubungan antara peristiwa penusukan Prada Ananda dan kasus penyerudukan maut di Gang Laler.
"Saya tidak bisa mengatakan apakah ada kaitannya dengan penusukan sebelum ada hasil penyelidikan," tuturnya.
Hal senada disampaikan Kapolres Jakpus Kombes Suyudi Ario Seto. Dia juga membantah kabar yang menyebut pelaku penyerudukan adalah rekan Prada Ananda.
"Itu dalam penyelidikan. Belum bisa bilang. Itu yang masih dalam penyelidikan. Yang jelas belum (dipastikan), masih lidik," ucap Suyudi, Minggu (18/6). (elz/fjp)











































