"Cuaca Ekstrem akibatnya banjir dan tanah longsor di kelurahan Kalumata, Tabona, Taduma dan Togolobe. Hal ini dikarenakan hujan deras dan disertai cuaca ekstrem," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/6/2017).
Peristiwa ini terjadi di beberapa titik Kota Ternate, Maluku Utara, Sabtu (17/6), sekitar pukul 06.00 WIT. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim TRC BPBD dibantu dengan Dinas PUPR Kota Ternate dan TNI-Kodim 1501 Ternate melakukan identifikasi kerusakan serta menginvertarisir dampak kerugian yang ditimbulkan peritiwa tersebut. Warga yang menjadi korban banjir juga berinisiatif untuk mengungsi ke rumah keluarga.
"Kami melakukan relokasi warga yang berada di kawasan rawan bencana longsor, disertai larangan membangun di kawasan yang berpotensi ancaman tersebut," kata Sutopo.
Sutopo mengatakan Tim TRC BPBD juga melakukan pengkajian ulang probabilitas dan melakukan analisa resiko. Pengerukan sendimen banjir dan normalisasi alur sungai melalui irigasi struktural juga dilakukan.
"Kami juga lakukan rehabilitasi dan rekonstruksi Talud yang rusak akibat banjir," imbuh Sutopo.
Akibat kejadian ini diketahui kerugian materil berupa 4 unit rumah warga terancam longsor di Kelurahan Kalumata, satu unit rumah rusak berat terkena banjir di kelurahan Tabona. Kemudian ruas paruh badan jalan terkena longsor di Kelurahan Taduma dan Togolobe, serta 25 unit rumah rusak ringan akibat banjir di Kecamatan Pulau Moti. (cim/elz)











































