DetikNews
Minggu 18 Juni 2017, 12:45 WIB

UGM: Gaj Ahmada Jadi Tantangan Ahli Sejarah untuk Beri Penjelasan

Danu Damarjati - detikNews
UGM: Gaj Ahmada Jadi Tantangan Ahli Sejarah untuk Beri Penjelasan Patung Mahapatih Gajah Mada di Markas Besar Polri (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Isu 'Gaj Ahmada' berkaitan dengan sejarah kawasan Nusantara. Pihak perguruan tinggi yang memakai nama Gajah Mada yakni UGM menanggapi, diskursus sejarah perlu ditanggapi pula dengan penjelasan yang jernih.

"Ini sebenarnya tantangan dari teman-teman sejarah untuk kemudian bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang sisi sejarahnya," kata kata Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani, kepada detikcom, Minggu (18/6/2017).

Sejarawan perlu bergerak membeberkan tentang Mahapatih Kerajaan Majapahit itu. Namun hingga kini, UGM tetap memakai versi sejarah yang menyebutkan nama Mahapatih Majapahit itu adalah 'Gajah Mada', bukan 'Gaj Ahmada'.

"UGM belajar dari sejarah yang kita pahami, nama universitas berasal dari nama Mahapatih Gajah Mada, kita gunakan nama Gajah Mada atas dasar sejarah dan atas apa yang telah dilakukan oleh Gajah Mada," tutur Iva.

Gajah Mada terkenal dengan Sumpah Amukti Palapa yang dipahami banyak orang sebagai sumpah untuk menyatukan Nusantara di bawah imperium Majapahit. Soal isu Gaj Ahmada yang berkembang di jejaring internet, UGM tak terlalu menanggapi dengan serius namun juga tidak mengabaikan begitu saja. Iva sendiri juga memantau isu itu bahkan sampai ke level humor-humornya.

"Kita tidak menanggapi secara serius, tetapi tidak mengabaikan," kata Iva.

Tiba-tiba saja isu tentang Gaj Ahmada menjadi viral akhir-akhir ini. Tak jelas betul apa sebabnya, bagaimana pula awal mulanya, dan apa juga maksudnya. Entah berkaitan atau tidak, pembahasan soal Gajah Mada dari perspektif alternatif sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu.

Baca juga: Viral Gaj Ahmada, Ini Penjelasan Penulis Majapahit Kerajaan Islam

UGM: Gaj Ahmada Jadi Tantangan Ahli Sejarah untuk Beri PenjelasanFoto: Cover buku Majapahit Kerajaan Islam/internet
Ada buku karya Herman Sinung Janutama berjudul 'Majapahit Kerajaan Islam' yang menyebut 'Gajah Mada' sebagai 'Gajah Ahmada'. Soal ini, detikcom mencoba menghubungi Herman Sinung Janutama namun pesan yang terkirim belumlah berbalas. Herman juga menjelaskan via akun Facebook-nya berkaitan dengan tema ini. Dia menulis perihal metodologi penelitian Majapahit yang tak bisa dibahas sekadar via diskusi media sosial yang mudah viral.

UGM: Gaj Ahmada Jadi Tantangan Ahli Sejarah untuk Beri PenjelasanFoto: Facebook
Baca juga: Kemendikbud: Penulis Gaj Ahmada Punya Bukti Apa?

Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mempertanyakan bukti yang dimiliki penulis frasa Gaj Ahmada yang disebut-sebut sebagai nama asli Mahapatih Majapahit Gajah Mada dan beragama islam. Frasa Gaj Ahmada itu sempat viral di media sosial. Hilmar terbuka pada diskusi soal ini.

"Mungkin, saya belum tahu, saya akan diskusi dengan ahli arkeologi, ahli lain-lain apakah mereka merasa perlu menanggapi, kalau perlu ya saya bikinkan forumnya. Tapi sejauh ini belum ada," ujar Hilmar.


(dnu/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed