Berkah Kemudahan Melalui Ramadan di Leeds

Maudi Fria Andhini - detikNews
Sabtu, 17 Jun 2017 17:25 WIB
Foto: Berkah kemudahan menjalani Ramadan di Leeds (Maudi Fria Andhini)
Leeds - Apa esensi berpuasa di bulan Ramadan? Ya, itu adalah salah satu kewajiban untuk kita, umat Islam, laksanakan sebagai wujud takwa kepada Ilahi. Namun, di samping menahan lapar dan dahaga, begitu luas makna yang bisa kita dapatkan darinya.

Banyak penelitian membuktikan manfaat puasa dan telah banyak pula yang melakukannya untuk alasan kesehatan. Dan ternyata, menjalankannya jauh dari kampung halaman membuka kesempatan bagi kita menggali esensi itu lebih dalam.

Tahun 2017 ini menjadi tahun ketiga kami -saya dan suami- menemui bulan Ramadan di salah satu negara empat musim, United Kingdom, tepatnya di Leeds. Sebuah kota terbesar ketiga di UK, dan salah satu kota tercepat perkembangannya dan juga terhijau. Di Leeds ini cukup banyak penduduk Muslimnya, mulai dari keturunan Asia, Eropa maupun Afrika. Tak sulit ditemui masjid di sini dan juga makanan halal, meskipun belum ada restoran Indonesia.

Dan tentu saja, seperti tahun-tahun sebelumnya bulan Ramadan di sini menjadi bulan yang dinantikan kehadirannya. Selain kita menjadi lebih sering bertemu saudara-saudara seiman saat berbuka puasa di masjid, toko-toko pun biasanya memberikan harga murah untuk bahan makanan dan keperluan sehari-hari kita, hehehe..

Berpuasa di musim panas berarti kita berpuasa selama kurang lebih 18-19 jam setiap harinya, antara waktu Fajr kisaran pukul 03.00 pagi dan Iftar pukul 21.00 malam, dan itu berubah setiap harinya menjadi lebih lebar rentang waktunya. Bahkan kita masih dapat melihat sinar matahari saat berbuka puasa. Tak ada azan berkumandang dari masjid sebagai tanda waktu-waktu salat, tapi ada aplikasi dari masjid dekat rumah kami yang bisa dipakai di ponsel sebagai pengingat.

Empat-lima jam lebih lama dibanding kita jalankan puasa di Tanah Air menjadi sebuah tantangan dan kecemasan bagi kami, terutama yang baru pertama kali, apakah kita sanggup melaksanakannya?

Berbeda dengan iklim panas di Indonesia yang lembab, di sini kita tidak berkeringat terlalu sering sehingga menekan rasa haus. Dan percaya tidak percaya, meskipun musim panas, langit di sini lebih sering mendung dan hujan, membuat udara lebih adem dan kita menjadi lebih nyaman berpuasa. Masya Allah..

Saat kami datang ke Leeds, benar-benar buta arah dan tak terpikir untuk bertempat tinggal dekat dengan masjid. Cukup sulit untuk mendapatkan akomodasi keluarga ketimbang untuk mahasiswa single, dan ketika kami menemui rumah yang cocok dan ternyata hanya beberapa ratus meter dari masjid, itu benar-benar menjadi berkah bagi kami.

Mana tahu sebelumnya jika puasa bulan Ramadan di sini begitu panjang dan waktu salat tarawih begitu malamnya. Jadi dengan rumah dekat masjid kami dapat lebih menikmati ibadah yang dilakukan tanpa kendala transportasi, dapat setiap saat salat berjemaah di masjid meskipun Fajr sangat dini dan jamaah tarawih baru selesai pukul 00.00 tengah malam.

Dan anak-anak pun dapat mengikuti kegiatan di masjid, baik saat bulan Ramadan maupun bulan-bulan lainnya. Kegiatan di masjid ini sebagai sekolah kedua mereka untuk mempelajari agama Islam yang tidak mereka dapatkan di sekolah formal di sini.

Menjelang berbuka puasa di sini tak akan kita temui penjaja berbagai macam masakan dan minuman di pinggir jalan yang sungguh menggoda. Itu sebenarnya menjadi salah satu keuntungan yang lebih besar daripada dilihat sebagai suatu kehilangan.

Tahukah saat kita berpuasa, dalam tubuh kita terjadi hal yang luar biasa? Ketika tubuh tidak sibuk mencerna makanan yang masuk, organ-organ tubuh yang lain menjadi fokus perhatian untuk memperbaiki fungsi-fungsinya. Itulah salah satu manfaat puasa bagi kesehatan kita.

Bulan Ramadan juga merupakan kesempatan kita untuk mengatur pola makan kita agar lebih sehat dengan kedisiplinan waktu dan takaran yang tepat. Dan jika kita kangen hidangan Nusantara, tak perlu khawatir karena di sini banyak toko Asia yang menjual bahan-bahannya, juga teman-teman Indonesia yang membuka jasa katering untuk memenuhi rasa ngidam kita, terutama untuk mereka yang kurang ahli di dapur.

Berkah Kemudahan Melalui Ramadan di LeedsFoto: Berkah kemudahan menjalani Ramadan di Leeds (Maudi Fria Andhini)


Setiap bulannya keluarga Islam di sini mengadakan pengajian rutin, tak ketinggalan saat bulan Ramadan ini kami berbuka puasa bersama. Karena waktu Iftar terbilang cukup malam, maka acara diadakan di rumah warga.

Berkah Kemudahan Melalui Ramadan di LeedsFoto: Berkah kemudahan menjalani Ramadan di Leeds (Maudi Fria Andhini)


Tak jadi masalah kami harus duduk berdesak-desakan disebabkan ruangan yang tak terlalu luas, bahkan sampai duduk di lorong jalan ataupun tangga. Kebersamaan sangat terasa di Leeds ini, dan sajian-sajian lezat khas Indonesia menjadi bonus dalam kebersamaan itu.

Rasanya tak ingin cepat berlalu bulan Ramadan ini, di sisi lain Hari Raya Idul Fitri juga menjadi momen yang dinanti-nantikan. Biasanya saat hari raya, masjid di dekat rumah kami akan menjadwalkan 2 shift untuk salat Id, yaitu pukul 08.00 dan 10.00 waktu setempat.

Dan setelah salat berjemaah kedua, akan ada pembagian mainan anak-anak hasil sumbangan para dermawan. Di halaman masjid akan berkumpul semua saudara-saudara Muslim, menggelar tikar dan menikmati hidangan ringan. Sungguh indah ber-Islam di sini.

Jujur pada awalnya kami cukup cemas akan kehidupan Islam di negara ini, namun keterbukaan UK terhadap para imigran Muslim dan rasa toleransi mereka menghapuskan dugaan itu. Bahkan saat bulan Ramadan ini masjid di dekat kami bekerja sama dengan gereja terdekat mengadakan perbincangan terbuka sebagai wujud rasa saling menghormati dan memahami.

Nikmatnya Ramadan tak berkurang meski jauh dari keluarga besar di Tanah Air, dan di sini kami temui keluarga yang lebih besar lagi. Karena yang biasanya bertemu dengan saudara-saudara sekampung, di sini kita bisa bertemu saudara-saudara dari berbagai negara.

Selamat menjalankan ibadah puasa di mana pun kita berada. Semoga Allah berkahi hidup kita dengan kebaikan yang melimpah untuk menjemput Idul Fitri.

*) Maudi Fria Andhini, istri dari seorang Mahasiswa PhD di University of Leeds Faculty of Medicine and Health; Tergabung dalam PPI Leeds
*) Artikel ini terselenggara atas kerja sama dan partisipasi dari Perhimpunan Pelajar Indonesia se-Dunia (PPI Dunia) (nwk/nwk)