detikNews
Jumat 16 Juni 2017, 15:41 WIB

Kapolri: Bom Kampung Melayu Strategi ISIS untuk Alihkan Perhatian

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Kapolri: Bom Kampung Melayu Strategi ISIS untuk Alihkan Perhatian Kapolri (Foto: M Iqbal/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan bom kampung melayu itu bagian dari strategi ISIS untuk mengalihkan perhatian mereka agar sel-sel terlihat bergerak. Strategi ini dilakukan sebab ISIS di Raqqa, Suriah sedang diserang pasukan koalisi.

"Stratregi besar dari ISIS central karena di Raqqa, mereka sedang diserang oleh pasukan-pasukan koalisi, dari Saudi dan lain-lain sehingga akhirnya mereka buat strategi serangan di luar Suriah, di Inggris, di Perancis, di Amerika termasuk di Indonesia, di Filipina, di Marawi dan lain-lain. Ini adalah dalam rangka untuk mengalihkan perhatian sehingga kelihatan sel-sel mereka itu bergerak," kata Tito di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jaksel, Jumat (16/6/2017).

Motif lain yang dilakukan oleh pelaku bom Kampung Melayu adalah untuk balas dendam kepada polisi. Sebab polisi berhasil menangkap pimpinan mereka di Lamongan.

"Motifnya adalah untuk membalas dendam kepada polisi," tutur Tito.

Sebelumnya Tito menyampaikan ada hubungan antara Bomber Kampung Melayu, Ahmad Syukri dengan militan ISIS Bahrun Naim. Bahrun Naim diketahui menjadi penghubung antara Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dengan ISIS di Suriah.

Polisi pun telah mengidentifikasi sel-sel dari JAD. Karena itu, Kapolri berharap UU Terorisme dapat menindak perbuatan awal teroris sehingga kejahatan bisa dicegah sedari awal.
(knv/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed