detikNews
Jumat 16 Juni 2017, 14:50 WIB

Cerita Rohim 'Saber' Soal Paku yang Dipakai Pelaku Gembos Ban

Mei Amelia R - detikNews
Cerita Rohim Saber Soal Paku yang Dipakai Pelaku Gembos Ban Foto: Paku modifikasi dari besi payung/Dok. Istimewa
Jakarta - Aksi pencurian modus gembos ban sering terjadi di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Komplotan menggembosi ban dengan tujuan agar pengendara mobil berhenti, kemudian pelaku akan mencuri tas milik korban ketika sopir keluar dari mobil.

Modus ini menimpa korban Davidson Tantono (32). Dia ditembak mati oleh komplotan pelaku, saat mengganti ban mobilnya yang gembos di SPBU Jl Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (13/6) siang lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memastikan, komplotan pelaku menggunakan paku khusus untuk menggembosi ban.

"Memang ada sobekan di mobilnya, anggota sedang mendalami jenis paku yang digunakan oleh para pelaku untuk menggembosi ban korban," ujar Argo saat dihubungi detikcom, Jumat (16/6/2017).

Cerita Rohim 'Saber' Soal Paku yang Dipakai Pelaku Gembos BanFoto: Paku modifikasi dari besi payung/Dok. Istimewa


Bicara soal paku untuk gembos ban, Abdul Rohim yang merupakan relawan Sapu Bersih (Saber) mengatakan, paku yang digunakan untuk menggembosi ban ada beberapa jenis. Salah satunya adalah paku yang dimodifikasi dari besi payung.

"Jenis ranjau paku yang berbahaya itu paku yang dibuat dari jari-jari payung, itu tajam sehingga kalau kena ban bisa langsung gembos," ujar Rohim saat dihubungi secara terpisah.

Tetapi, ada juga paku yang digunakan untuk menggembosi ban dari paku biasa. Namun, efeknya tidak terlalu berbahaya seperti paku yang dimodifikasi dari payung.

"Kalau paku biasa itu ban enggak langsung gembos. Kalau mobil digembosi pakai paku biasa nggak cepat gembosnya, tapi kalau motor bisa kempes, cuma masih bisa jalan," sambungnya.

Paku biasa yang ditebar pelaku ranjau paku ini, biasanya dimanfaatkan oleh oknum tambal ban untuk mencari motif keuntungan. "Pernah ada kejadian ranjau paku itu disebar oleh oknum tambal ban biar korban bisa nambal ban di tempatnya. Tetapi tidak semua tambal ban demikian, hanya oknum saja," terang dia.

Rohim adalah seorang karyawan swasta. Dia adalah pendiri komunitas Saber. Pengalamannya yang pernah mengalami gembos ban akibat ranjau paku ini, mendorongnya untuk membuat komunitas 'Saber'.

Komunitas Saber sudah lama berdiri. Setiap hari, Rohim memunguti ranjau paku dengan magnet dalam perjalanan menuju atau pulang kerja. Rohim juga telah memetakan lokasi rawan ranjau paku di antaranya di Daan Mogot dan Flyover Grogok, Pesing, Jalan Veteran, kawasan Senen dan di beberapa lokasi lainnya.

"Jenis ranjau paku dari payung adanya di Flyover Grogol, Daan Mogot, Pesing mengarah ke Taman Kota, Jakbar," tutupnya.


(mei/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed