"Jadi beberapa bandara akan kita operasikan selama 24 jam. Itu khusus untuk bandara-bandara yang terbilang bandara besar," ujar Agus di Kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jumat (16/6/2017).
Bandara itu di antaranya adalah bandara internasional Soekarno-Hatta Tangerang, I Gusti Ngurah Rai Bali, Juanda Surabaya, Sultan Hasanuddin Makassar dan Kualanamu Sumatera Utara. Selain itu, Agus juga menyebut ada penambahan jam operasional beberapa bandara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penambahan jam operasional itu dilakukan, kata Agus, untuk memberikan layanan terbaik pada masyarakat dengan aman dan nyaman. "Kalau bandara yang ditambah jam operasionalnya itu diantaranya bandara di Semarang, Jogja dan Solo yang tadinya cuma sampai pukul 20.00 WIB, akan kami extend sampai pukul 24.00 WIB," sebutnya.
Agus juga menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan upaya keamanan maksimal. Ia menyebut keamanan perlu ditingkatkan karena berkaca pada serangan teror bom beberapa waktu lalu.
"Kita tahu di awal puasa ada teror bom, ini adalah hal yang serius. Jadi ini mungkin ada sesuatu yang mengancam sehingga kita telah mengadakan rapat secara internal dan kita putuskan lakukan pengamanan di airport secara maksimal melalui lintas lembaga, BIN juga Kepolisian. Kita juga ingatkan agar petugas keamanan di bandara bekerja secara ekstra," katanya.
Agus lebih lanjut menyatakan bahwa untuk keselamatan penumpang, apabila cuaca tidak mendukung maka penerbangan terpaksa dibatalkan. Ia juga mengingatkan agar pemudik nantinya tidak meninggalkan barang bawaannya.
"Bulan Juni ini kemarau, tapi belakangan ini banyak hujan dan badai. Jadi kalau cuaca begitu penerbangan akan kita holding dulu bahkan dibatalkan namun pemudik tetap akan berangkat dan kami upayakan terlayani secara maksimal," sebutnya.
"Kami juga sampaikan perihal barang bawaan pemudik, agar selalu dibawa bersama pemiliknya. Kami imbau agar barang bawaan itu tidak boleh ditinggalkan tanpa di dekat pemiliknya. Karena kalau ditinggal, itu akan memicu kecurigaan petugas keamanan di bandara. Jadi tolong, para pemudik nanti barang harus beserta pembawanya," tutur Agus. (hld/rvk)











































