Anak SD Pun Peringati May Day

Anak SD Pun Peringati May Day

- detikNews
Minggu, 01 Mei 2005 15:30 WIB
Semarang - Peringatan hari buruh tak hanya dimonopoli kaum dewasa. Di Semarang, puluhan anak-anak usia SD menggelar unjuk rasa dengan isu-isu perburuhan dan pendidikan.Aksi anak-anak itu dilakukan di seputaran Taman KB Jl Menteri Supeno Semarang, Minggu (1/5/2006). Mereka membawa spanduk besar bertuliskan "Peringatan Hari Buruh: Cabut UU No 13 Tahun 2004, Batalkan UU PPHI 2004, dan Industrialisasi Nasional.".Laiknya para demonstran, anak-anak itu juga meneriakkan yel-yel. Mereka dipandu oleh sejumlah mahasiswa dan aktivis ormas. Setiap kali meneriakkan yel-yel, mereka selalu mengacungkan tangan tanda bersemangat.Menurut salah satu aktivis mahasiswa Lalu Hilman Afriandi, anak-anak itu dibina sejak 1,5 bulan lalu. Mereka adalah anak-anak keluarga buruh yang kena PHK sejak kenaikan BBM diberlakukan."Kami menampung mereka dan membuatkan sekolah bagi mereka. Gratis. Untuk sementara sudah 75 anak yang ikut serta," katanya kepada detikcom.Ketika disinggung soal eksploitasi anak untuk kepentingan buruh, Lalu menyatakan, anak-anak itu tidak pernah dipaksa berdemonstrasi. "Mereka kan anak-anak kaum buruh. wajar dong kalau mereka bersuara di ari Buruh ini. Mereka butuh sekolah," paparnya.Panggung RakyatSementara itu, ratusan buruh mendirikan panggung di Bundaran Air Mancur Jl Pahlawan dan di Stadion Diponegoro Jl Ki Mangun Sarkoro. Kelompok pertama menamakan diri sebagai Komite Aksi 1 Mei. Sedangkan kelompok kedua berasal dari Fokus Jateng.Kelompok pertama menggelar unjuk rasa dengan mementaskan Reog Ponorogo. Mereka meminta tanggal 1 Mei dijadikan hari libur nasional, penghapusan sistem kontrak, dan kenaikan upah.Sementara kelompok kedua hanya melakukan orasi di dalam Stadion Diponegoro. Mereka berpakaian kuning-kuning. Selain itu mereka juga menggelar dialog dan pentas seni kecil-kecilan. Banyaknya aksi peringatan Hari Buruh membuat aparat kepolisian sedikit kewalahan. Meski tak menimbulkan anarkhi, aparat terus berjaga untuk mengamankan lokasi dari kemacetan jalan. Pada setiap kelompok, mereka menempatkan puluhan anggotanya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads